Ribuan Napi Ikut Salat Istisqa, Sumur Bor Lapas Muara Enim Kering

Jumat 18-09-2026,22:51 WIB
Reporter : Ozi
Editor : Julheri

BACA JUGA:Ancam Kurir antar Paket Pakai Sajam, Mantan Napi Ini Kembali Bakal Hadapi Tuntutan Jaksa 

Selain mengandalkan pasokan PDAM, Lapas Muara Enim juga memiliki armada truk tangki hibah dari PT Bukit Asam (PTBA) untuk membantu memenuhi kebutuhan air.

"Saat ini di Lapas Muara Enim memang kita telah memiliki armada truk tangki hibah dari PTBA. Satu hari itu kita sekitar 10 kali mengambil air atau butuh 10 tangki berkapasitas 4.000 liter. Itu digunakan untuk warga binaan," jelasnya.

Menurut Auliya, sebelum kemarau terjadi, kebutuhan air sehari-hari di Lapas Muara Enim dipenuhi melalui sumur bor yang juga merupakan dukungan dari pihak eksternal.

BACA JUGA:Kejari Palembang Serahkan 7 Gerobak Bakso untuk Eks Napiter, Dorong Bangkitnya Ekonomi dan Kehidupan Baru 

BACA JUGA:Ancam Kurir antar Paket Pakai Sajam, Mantan Napi Ini Kembali Bakal Hadapi Tuntutan Jaksa 

"Sumber air tersebut selama ini mampu mencukupi kebutuhan warga binaan. Namun, kondisi berubah ketika musim kemarau menyebabkan debit air menurun," bebernya.

Oleh karena itu, lanjut Auliya, pasokan dari PDAM dan penggunaan truk tangki menjadi bagian dari langkah mitigasi agar kebutuhan dasar warga binaan tetap terpenuhi.

Di sisi lain, Auliya mengatakan, saat ini terdapat sebanyak 1.314 warga binaan di Lapas Kelas IIB Muara Enim. Untuk menjaga ketersediaan air, distribusi dilakukan secara terukur.

"Air yang diperoleh dari PDAM terlebih dahulu dimasukkan ke bak penampungan untuk melalui proses penyaringan, kemudian didorong dan disalurkan ke kamar hunian warga binaan," katanya.

BACA JUGA:Kejari Palembang Serahkan 7 Gerobak Bakso untuk Eks Napiter, Dorong Bangkitnya Ekonomi dan Kehidupan Baru 

BACA JUGA:Ancam Kurir antar Paket Pakai Sajam, Mantan Napi Ini Kembali Bakal Hadapi Tuntutan Jaksa 

Pihak Lapas juga mengatur waktu penggunaan air, khususnya untuk kebutuhan mandi. Penggunaan air untuk mandi ditentukan pada jam tertentu dan dilakukan secara serentak agar kebutuhan warga binaan dapat terpenuhi secara merata.

"Kita buat sistem penggunaan air yang utama seperti mandi sudah ditentukan jamnya serentak agar terpenuhi dengan baik, sehingga penggunaan lainnya bisa untuk buang air kecil, BAB dan ibadah," terangnya.

Auliya berharap hujan segera turun sehingga debit air pada sumur-sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan Lapas dapat kembali normal.

BACA JUGA:Kejari Palembang Serahkan 7 Gerobak Bakso untuk Eks Napiter, Dorong Bangkitnya Ekonomi dan Kehidupan Baru 

Kategori :