Di sisi lain, pengelola kapal, PT Virgo Karya Shipping (VKS), membantah spekulasi mengenai adanya kebocoran atau masalah kelaiklautan pada KM Virgo Transport 8.
General Manager PT VKS, Yoel Rihi, menegaskan bahwa kapal berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dalam kondisi sangat layak dan sesuai regulasi.
BACA JUGA:Indonesia Segera Punya Kapal Induk, Giuseppe Garibaldi Berlayar dari Italia Menuju Tanah Air
BACA JUGA:Kapal Induk USS George Washington Gantikan Tugas Abraham Lincoln di Perairan Timur Tengah
"Kita enggak mungkin berani melayarkan kapal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan. Tentu banyak penyesuaian yang perlu dilakukan. Itu sudah kita lakukan, sudah sesuai standar, maka kita bisa putuskan kapal itu siap berlayar," kata Yoel seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (15/9/2026).
Yoel menjelaskan bahwa mesin kapal telah mengalami restorasi, pelat kapal dipertebal (double), dan prosedur docking terakhir baru saja selesai dilakukan pada Februari 2026.
"Kapal ini jangan kita perlakukan itu seperti manusia atau barang-barang organik, makin tua itu makin jelek. Kapal itu mesin, mesin itu bisa di-rebuild, mesin itu bisa di-tuning up lagi, bisa diganti. Plat yang tipis pun bisa di-double," tegasnya.
Terkait dugaan awal penyebab musibah, pihak PT VKS mengarahkan pada cuaca buruk serta gelombang tinggi laut. Berdasarkan laporan Basarnas, tinggi gelombang di lokasi pada Senin (14/9/2026) dini hari mencapai 1,5 hingga 2,5 meter (moderate sea).
BACA JUGA:Bentrokan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, 7 Tentara AL AS Tewas
BACA JUGA:Militer AS Tembakkan Rudal ke Kapal Kargo di Selat Hormuz
"Jadi kondisi mesin memang layak. (Kebocoran kapal) enggak ada. Memang dugaan pertama ini gara-gara gelombang itu aja, cuaca buruk," tambah Yoel.
Mengenai faktor lain yang memungkinkan masuknya air ke lambung kapal, Yoel menyerahkan sepenuhnya pada investigasi KNKT. Pihaknya saat ini berfokus pada penanganan kru dan pemulihan korban.
Update Evakuasi Korban
Berdasarkan data evakuasi hingga Senin (14/9/2026), tim gabungan bersama Basarnas telah berhasil memindahkan sebanyak 114 korban dari lokasi kejadian. (dri)