OKI, sumeka.co- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dilakukan dari udara dan darat.
Helikopter AW 169/P-3308 dikerahkan untuk memantau sebaran titik api, sementara tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman di kawasan gambut.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H. bersama Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si. melakukan pemantauan udara, Sabtu (5/9/2026).
Helikopter lepas landas dari Lapangan Pakri, Palembang. Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi dan sebaran kebakaran sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
Sementara itu, tim darat yang dipimpin Wakapolres OKI Kompol Hamsal melakukan pemadaman di lahan gambut Desa Pangarayan, Kecamatan Tanjung Lubuk.
BACA JUGA:Memantau Api Dari Langit, di Darat Melawan Karhutla di OKI Berjibaku Padamkan
BACA JUGA:Muchendi Semangati Petugas di Garis Depan, Turun ke Lokasi Karhutla Deling
Personel Polres OKI dan Polsek Tanjung Lubuk bersinergi dengan TNI, BPBD, Manggala Agni serta masyarakat.
Medan Sulit dan Air Terbatas
Upaya pemadaman menghadapi tantangan berupa lokasi yang sulit dijangkau, sumber air terbatas hingga minimnya sinyal komunikasi.
Meski demikian, petugas terus menyisir kawasan terdampak, mencari sumber air, memadamkan api dan melakukan pendinginan.
Perhatian khusus diberikan terhadap lahan gambut.
Sebab, bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api yang terlihat telah padam. Lokasi yang selesai dipadamkan karena itu kembali diperiksa untuk mencegah api muncul lagi.
“Kami ingin memastikan setiap titik api terpantau dan ditangani. Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas,” kata AKBP Eko Rubiyanto.
Ia mengapresiasi personel gabungan dan masyarakat yang tetap melakukan penanganan meski menghadapi berbagai keterbatasan.