Militer AS Dituding Kekurangan Amunisi, Trump Berang

Jumat 04-09-2026,09:26 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

WASHINGTON, SUMEKS.CO - Laporan yang menyebutkan militer Amerika Serikat (AS) kekurangan amunisi dalam perang melawan Iran, membuat Presiden Donald Trump murka. Presiden dari Partai Republik itu menuding orang-orang dan media yang mempertanyakan pasokan amunisi AS sama saja telah melakukan tindakan "pengkhianatan".

Dia juga membela operasi militer AS yang kembali dilancarkan terhadap Iran baru-baru ini.

"Orang-orang dan media yang terus-menerus mengungkit fakta soal kita tidak memiliki amunisi (Dan mereka 100 persen keliru!), sebenarnya telah melakukan pengkhianatan," tuding Trump dalam postingan terbaru via akun media Truth Social, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (4/9/2026).

"Mereka melakukan hal itu karena lebih ingin melihat Amerika Serikat KALAH dalam perang, yang sebenarnya sedang kita MENANGKAN dengan mudah, daripada melihat saya MENANG," ucap Presiden AS itu.

BACA JUGA:Pentagon Akui Amunisi Pertahanan AS Menipis, ini Buktinya

BACA JUGA:Perang AS Melawan Iran Habiskan Anggaran Rp890 Triliun, Pentagon Kesulitan Keuangan

Dalam postingannya, Trump menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi dalam jumlah yang "sebenarnya tak terbatas". Dia mengatakan bahwa AS sedang memproduksi amunisi pada "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya".

"Bagi para pengkhianat busuk yang menolak untuk melaporkan secara akurat mengenai operasi militer kita di Iran, kita memiliki persediaan amunisi kelas menengah hingga kelas tinggi dalam jumlah yang sebenarnya tak terbatas, jauh melampaui apa pun yang mungkin kita butuhkan untuk operasi ini, atau untuk perang lainnya (yang kemungkinannya sangat kecil!) yang mungkin saja terjadi," sebutnya.

"Selain itu, kita sedang memproduksi amunisi dalam jumlah yang belum pernah ada sebelumnya. Kita sedang menimbun dan bersiap menghadapi segala kemungkinan situasi darurat," tegas Trump dalam pernyataannya.

"Kita mengamankan persediaan ini untuk kita sendiri, Amerika Serikat, alih-alih menjualnya kepada pihak lain, meskipun penjualan kepada negara-negara sekutu akan segera dimulai kembali," imbuhnya.

BACA JUGA:Perang AS-Iran Memanas, Pentagon Umumkan Korban Ketujuh Pasukan Amerika Serikat

BACA JUGA:Pangeran Harry dan Keluarga Tinggalkan AS, Trump Senang

Lebih lanjut, Trump mengkritik pemerintahan era Presiden AS Joe Biden terkait bantuan militer kepada Ukraina. Menurut Trump, Biden memberikan lebih banyak amunisi kepada Ukraina secara cuma-cuma, daripada jumlah amunisi yang digunakan dalam operasi militer AS terhadap Iran.

"Ratusan miliar dolar telah diberikan kepada Ukraina dan NATO, secara gratis, yang seharusnya ditanggung oleh Eropa," kritik Trump, sembari mengatakan bahwa pemerintahannya akan tetap meminta penggantian biaya bantuan militer itu dari negara-negara Eropa, meskipun "agak terlambat".

Rentetan pernyataan Trump ini disampaikan saat sumber daya militer dan penggunaan amunisi AS menjadi sorotan, seiring berlanjutnya serangan terhadap Iran. Trump telah berulang kali membela kapasitas militer AS, sembari mengkritik berbagai laporan dan komentar yang disebutnya menggambarkan AS kekurangan senjata dan amunisi yang memadai. (dri)

Kategori :