Produksi yang lebih cepat ini mendapat respons positif dari para penerima manfaat. Sebab, selain menjadi tambahan pangan keluarga, mulai berproduksinya ayam menjadi pemantik semangat untuk mengembangkan usaha sehingga ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, termasuk bagi Amat dan keluarganya.
BACA JUGA:PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA 2026, Buka Akses Pendidikan Tinggi Bagi Generasi Muda
BACA JUGA:PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP
Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengungkapkan, mulai bertelurnya ayam bantuan tersebut menunjukkan bahwa program yang dijalankan bersama masyarakat telah memasuki tahap penting, yakni menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung.
"Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur. Ini merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri,” ujar Eko.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat juga merupakan proses membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat agar usaha yang dikembangkan dapat terus berjalan dalam jangka panjang.
“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” tutur Eko.
BACA JUGA:Perkuat Ketahanan Pangan, PTBA Perkenalkan Kalium Humat ‘BA Grow’ di Inagritech 2026
BACA JUGA:HUT Kemerdekaan RI ke-81, PTBA Bagikan 268 Paket Sembako untuk LVRI di Sumsel dan Lampung
Senada, Sustainability Division Head PTBA Dedy Saptaria Rosa mengatakan, mulai berproduksinya ayam petelur menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, termasuk dalam pengelolaan produksi, pemeliharaan kesehatan ayam, hingga pemasaran telur.
Dedy menambahkan, pengembangan budidaya ayam petelur juga memiliki nilai strategis karena tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi turut mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi di tingkat lokal.
"Kami berharap usaha ini berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha bersama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Sirah Pulau. Selain menghasilkan pendapatan, telur yang diproduksi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Program budidaya ayam petelur ini merupakan hasil kolaborasi PTBA dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana, serta melibatkan tenaga ahli di bidang budidaya ayam petelur.
BACA JUGA:Semarak HUT ke-81 RI, PTBA Menyalakan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga
BACA JUGA:PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana
Program tersebut juga mendapat dukungan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) dan Pemerintah Desa Sirah Pulau.