Kapolres OKI Sambut 14 Personel Seskoad Edukasi Warga Cegah Karhutla
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kembali diperkuat.
Kali ini, sebanyak 14 personel tim penyuluh dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, Selasa 1 September 2026.
Kehadiran tim tersebut disambut langsung Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SJ SIK MH. Pertemuan itu menjadi bagian dari penguatan koordinasi dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama di wilayah yang memiliki kawasan rawan terbakar.
Tim penyuluh Seskoad akan mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada masyarakat.
BACA JUGA:Ipda Hipni Pamit setelah 37 Tahun Berdinas, Polres OKI Berikan Cenderamata Sepasang Kambing
Warga akan diberikan pemahaman mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan serta pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah api meluas.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran sejak awal.
“Pencegahan harus dilakukan bersama. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar karhutla dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” ujar Kapolres.
Menurutnya, Polres OKI siap mendukung kegiatan penyuluhan yang dilakukan tim Seskoad. Koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan juga akan terus diperkuat.
BACA JUGA:Kabut Asap Mengintai, Kapolres OKI Bagikan Masker kepada Pelajar dan Jamaah
BACA JUGA:Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Polres OKI Bagikan Masker ke Pelajar SMPN 6 Kayuagung
Bagi Kabupaten OKI yang memiliki wilayah cukup luas dan sejumlah kawasan rawan karhutla, langkah pencegahan menjadi penting. Sebab, ketika api telah membesar, penanganannya bukan hanya membutuhkan personel dan peralatan, tetapi juga waktu dan sumber daya yang jauh lebih besar.
Kehadiran 14 personel Seskoad diharapkan dapat memperkuat upaya tersebut dengan membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.