"Di bulan September ini kita masih akan berjibaku untuk memadamkan," ujar Suharyanto.
Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru menegaskan pengendalian karhutla membutuhkan sinergi lintas wilayah dan sektor.
BACA JUGA:Menteri Kehutanan Raja Juli Bahas Penanggulangan Karhutla di OKI Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
"Sumatera Selatan tidak bisa menangani karhutla sendiri-sendiri. Kita harus bergerak dalam satu komando dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat," katanya.
Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki mengatakan luas wilayah serta karakter lahan OKI yang banyak berupa rawa dan gambut membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk dunia usaha.
"OKI memiliki wilayah yang sangat luas dan karakter lahan yang sebagian besar berupa rawa dan gambut. Karena itu, kami membutuhkan penguatan kolaborasi, personel, sarana prasarana dan deteksi dini," ujar Muchendi.
Menurut Muchendi, dukungan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan pengendalian karhutla di OKI. Sejumlah perusahaan telah membentuk dan menyiagakan personel serta regu inti untuk mendukung penanganan di lapangan.
BACA JUGA:Operasi Aman Nusa II, Subsatgas Polsek Cengal Intensifkan Patroli Karhutla
BACA JUGA:Karhutla Capai 60 Hektare, Suplai 9.000 Liter Air Dikerahkan
"Perusahaan juga kami dorong untuk mengambil peran. Saat ini telah dibentuk 176 personel KTPA dan 1.470 regu inti perusahaan yang siap mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, kecepatan informasi dan mobilisasi personel.
Pemkab OKI memastikan koordinasi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, masyarakat dan dunia usaha terus diperkuat untuk mempercepat respons terhadap titik api dan mencegah kebakaran meluas.