Kodim Mimika Langsung Kejar KKB Culik dan Sandera Warga Sipil

Kamis 20-08-2026,07:53 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

MIMIKA, SUMEKS.CO - Kodim 1710/Mimika merespons tindakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menculik dan menyandera warga sipil di Kabupaten Mimika. 

Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Infanteri Jozanda mengatakan bahwa prajurit TNI melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang menyandera atau membawa paksa sembilan orang perempuan di Distrik/Kecamatan Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Dia menuturkan bahwa TNI langsung merespons dengan mengirim personel untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu setelah menerima laporan soal penyanderaan warga sipil.

"Jangan khawatir, kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit yang melakukan pengejaran ini juga diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini," kata Jozanda seperti dilansir dari Antara, Rabu (19/8/2026).

BACA JUGA:Baru Mendarat, KKB Bakar Maskapai AMA, Pilot Dikabarkan Tewas

BACA JUGA:Baku Tembak dengan Polisi, Anggota KKB Tewas

Dia mengecam keras tindakan kelompok tersebut dan menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan kelompok bersenjata itu adalah tindakan yang keji dan tidak manusiawi.

"Kalau bahasa saya itu pembawaan paksa, jadi dipaksa dibawa. Danramil Jila menerima laporan dari masyarakat setempat, ada beberapa warga yang dipaksa dibawa, ada anak kelas III SD, kelas IV SD, kelas VI SD, ada yang umur 18 tahun tiga orang, dan satu orang berumur 17 tahun sedang dalam kondisi hamil muda," ujarnya.

Ia menjelaskan saat para korban ini dibawa paksa, dua orang perempuan yang notabene ibu para korban menolak agar anak-anak tersebut tidak dibawa paksa oleh kelompok tersebut.

"Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal ditempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki," ujarnya.

BACA JUGA:TNI Kontak Tembak dengan OPM, 1 Prajurit Gugur

BACA JUGA:Kodam Cendrawasih Menduga Pelaku Penembakan di Festival Baliem Anggota OPM

Ibu yang meninggal ditembak itu diketahui bernama Neregingget Magai (48), sedangkan ibu yang mengalami patah tulang kaki setelah didorong masuk ke jurang bernama Inkolung Aim.

"Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa," ujarnya

Saat ini, kata Dandim, suasana di Distrik Jila sudah berangsur kondusif, namun akses transportasi penerbangan belum bisa masuk ke wilayah itu.

Kategori :