DPRD Prabumulih Simak Pidato Prabowo, Swasembada Beras dan Hilirisasi Jadi Sorotan Utama

Jumat 14-08-2026,16:55 WIB
Reporter : Mia Utari
Editor : Mia

PRABUMULIH, SUMEKS.CO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih mengikuti Rapat Paripurna Ke-XXVII Masa Persidangan III dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Prabumulih, Jumat (14/8/2026), dan dihadiri unsur pimpinan serta anggota DPRD, jajaran Pemerintah Kota Prabumulih, serta tamu undangan.

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda kenegaraan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Melalui pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan berbagai capaian pemerintah sekaligus arah kebijakan pembangunan nasional ke depan.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam pidato tersebut, di antaranya penguatan swasembada pangan, peningkatan produksi beras, hingga kebijakan hilirisasi yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian dan kemandirian nasional.

Swasembada Jadi Perhatian DPRD Prabumulih

Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Deni Victoria, mengatakan jajaran legislatif bersama pemerintah daerah telah menyimak secara langsung pidato kenegaraan Presiden Prabowo.

Menurutnya, terdapat sejumlah capaian penting yang disampaikan Presiden, khususnya berkaitan dengan upaya pemerintah membangun kemandirian ekonomi Indonesia.

“Tadi sudah kita dengarkan bersama-sama bahwa beliau menjelaskan tentang prestasi yang didapatkan Indonesia, terutama masalah swasembada, masalah beras, masalah hilirisasi. Kita optimis Indonesia akan lebih baik lagi ke depannya,” ujar Deni Victoria.

BACA JUGA:DPRD Prabumulih Sahkan Petro Prabu Jadi Perseroda, Target Besar untuk PAD

BACA JUGA:Rokok Ilegal Marak di Prabumulih, DPRD Desak Pengawasan Diperketat dan Penindakan Diperkuat

Ia menilai kebijakan swasembada pangan memiliki arti penting bagi masa depan Indonesia. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ketahanan nasional.

Peningkatan produksi beras, menurutnya, merupakan salah satu indikator penting dalam memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri.

Selain sektor pangan, hilirisasi juga menjadi salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian. Pengolahan sumber daya alam di dalam negeri diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

DPRD Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Deni Victoria menambahkan, pesan yang disampaikan dalam pidato kenegaraan harus dapat diterjemahkan hingga tingkat daerah. Program pembangunan nasional dinilai akan lebih optimal apabila mendapatkan dukungan dan sinergi pemerintah daerah bersama DPRD.

Kategori :