Media tanam yang digunakan tidak perlu dipadatkan. Lakukan penyiraman tanaman secukupnya. Letakkan pot di tempat yang tidak terlalu panas, namun masih cukup terkena sinar matahari.
3. Perawatan Tanaman Pare
Selama satu minggu, biarkan saja tanaman pare tanpa penyiraman. Setelah berusia satu minggu setelah masa tanam, lakukan penyiraman secukupnya.
Periksa media tanam dan lakukan penyiraman jika kering. Hati-hati saat melakukan penyiraman, pastikan bahwa penyiraman tidak merusak batang tanaman yang masih sangat lunak.
BACA JUGA:Berkebun di Balkon Rumah untuk Lahan Sempit Bisa Tanaman Apa!
BACA JUGA:8 Tanaman Sayuran yang Cocok Ditanam Secara Hidroponik, Perawatan Gampang dan Cepat Panen
Setelah tanaman pare tumbuh sekitar 15 cm, lakukan penyiraman setiap hari, karena pare termasuk jenis tanaman yang suka terhadap air.
Tanaman pare mulai tumbuh tinggi harus terus diberi pasokan air karena tanaman ini cenderung menyukai tanah yang lembap.
4. Perawatan Lanjutan
Setelah tinggi batang mencapai 25 cm, siapkan sandaran yang terbuat dari kayu, kawat, dan tali. Sandaran ini berfungsi sebagai penopang dan tempat merambatnya tanaman pare.
BACA JUGA:Tips Menyiram Tanaman yang Tepat Agar Tumbuh Subur, Hindari Kesalahan Berikut Ini
BACA JUGA:8 Tips Agar Tanaman Cabe Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat untuk Petani Pemula
Tanaman pare mulai berbunga saat tanaman berusia kira-kira 3 bulan setelah masa tanam. Dalam rentang waktu kurang lebih 1 - 2 minggu setelah berbunga, tanaman pare akan segera berbuah.
Saat tanaman berbuah, tanaman pare akan lebih rentan terhadap serangan penyakit dan hama, seperti ulat, kumbang, kepik, lembing, lalat buah, dan siput.
Gunakan pestisida untuk membasmi hama tersebut. Pastikan untuk menggunakan pestisida organik, agar tanaman pare tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia berbahaya.
5. Panen Buah Pare
BACA JUGA:Musim Kemarau Tanaman Jagung di OKI Terancam Panen tidak Maksimal
BACA JUGA:Cara Menanam Pepaya California, Tanaman Buah yang Tumbuh Optimal di Dataran Rendah
Sebaiknya lakukan pemanenan buah pare yang belum terlalu matang dan memiliki warna yang masih hijau. Teksturnya lebih renyah.