Tahap ini membantu menangani sisa pertumbuhan mikroorganisme yang tidak terangkat secara mekanis.
Namun perlu dipahami bahwa cairan anti-jamur bukan merupakan pengganti perbaikan kebocoran atau pengendalian kelembapan.
Tanpa menghilangkan sumber kelembapan, tembok lembap berjamur sangat mungkin muncul kembali.
3. Tambal Retakan Rambut dengan Semen Instan
BACA JUGA:Tips Menyiram Tanaman yang Tepat Agar Tumbuh Subur, Hindari Kesalahan Berikut Ini
BACA JUGA:Berkebun di Balkon Rumah untuk Lahan Sempit Bisa Tanaman Apa!
Periksa dinding untuk menemukan retakan rambut, sambungan terbuka, lubang bekas paku, atau bagian plester yang keropos.
Bersihkan debunya, lalu tambal menggunakan semen sesuai petunjuk penggunaan dan tunggu sampai material mengeras sebelum melanjutkan pekerjaan.
Retakan kecil dapat menjadi jalur masuk air hujan dan membuat kondisi tembok lembap dan mengelupas semakin parah.
Penambalan juga membentuk permukaan yang lebih rata sehingga cat anti bocor dapat melekat dan membentuk lapisan yang konsisten.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Tanaman Buah Cocok Ditanam Dalam Pot dan Menghasilkan
BACA JUGA:Tips Simpel Menanam Rempah di Rumah: Tanaman Subur Hasil Berlimpah
4. Perbaiki Kebocoran pada Atap, Talang, dan Pipa
Periksa genteng atau dak beton, sambungan atap, talang yang meluap, pipa air bersih, pipa pembuangan, kusen jendela, serta sambungan dinding luar.
Perbaikan sumber rembesan wajib dilakukan sebelum pengecatan karena pengendalian jamur pada dasarnya bergantung pada pengendalian kelembapan.
Sesudah kebocoran diperbaiki, biarkan dinding mengering dan pastikan tidak ada noda basah baru sebelum masuk ke tahap pelapisan.
BACA JUGA:Tips Simpel Menanam Rempah di Rumah: Tanaman Subur Hasil Berlimpah
BACA JUGA:Musim Kemarau Tanaman Jagung di OKI Terancam Panen tidak Maksimal