Bilas sampai bersih dan keringkan di tempat teduh sebelum dipasang kembali. Idealnya, pembersihan filter dilakukan 1 hingga 2 bulan sekali.
3. Bersihkan Kisi-Kisi Evaporator (Unit Indoor)
Setelah filter dilepas, Anda akan melihat kisi-kisi logam (evaporator) di bagian dalam.
Gunakan kemoceng atau penyedot debu (vacuum cleaner) dengan sikat lembut untuk mengangkat debu yang menempel. Pastikan Anda melakukannya dengan perlahan agar kisi-kisi tidak bengkok.
4. Bersihkan Saluran Pembuangan Air
Saluran pembuangan air yang tersumbat bisa menyebabkan kebocoran. Cari pipa pembuangan di luar rumah dan gunakan semprotan air bertekanan rendah atau kawat tipis untuk mendorong kotoran atau lumut yang menyumbat saluran tersebut.
BACA JUGA:Trip ke Pulau Kelagian Lunik, Surga Snorkeling Murah di Lampung yang Ramah di Kantong Backpacker
5. Bersihkan Unit Outdoor
Bagian outdoor juga perlu dibersihkan agar kinerja kompresor maksimal. Singkirkan kotoran atau daun kering dari bagian luar mesin.
Jika ingin menyemprot bagian kisi-kisi outdoor dengan air, pastikan Anda melindungi bagian komponen listriknya dengan plastik.
6. Cek Kondisi Freon
AC yang tidak dingin sering kali disebabkan oleh freon yang habis atau bocor. Meskipun sulit dilakukan sendiri, Anda bisa memastikan apakah ada tetesan oli atau indikator es pada pipa sebagai tanda kebocoran freon yang membutuhkan bantuan profesional.
7. Panggil Teknisi Profesional Secara Berkala
Untuk membersihkan bagian dalam yang lebih sulit dijangkau seperti kipas blower dan unit outdoor secara menyeluruh, disarankan memanggil jasa cuci AC terpercaya setiap 3 hingga 4 bulan sekali.
BACA JUGA:Daftar Harga MacBook Juli 2026: MacBook Neo hingga MacBook Pro Kompak Naik