Ini Kata Warga Insiden di Area PT BCP Lempuing OKI, Kondisi Kondusif
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Insiden di area PT Buluh Cawang Plantations (BCP) di Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) adanya warga yang mengalami luka.
Yakni luka tertembak, sebanyak 3 orang warga dan juga ada 1 warga meninggal dunia. Adapun 3 orang yang mengalami luka tembak bagian perut dan tembus, Zainal (45), Mat Kunci (35) luka tembak di bagian paha dan Yasun (17) luka tembak bagian kaki.
Berdasarkan informasi warga Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, yang namanya minta dirahasiakan, mengatakan, peristiwa yang terjadi yaitu warganya tertembak saat sedang di rumah.
Yaitu 3 orang, Zainal (45), Mat Kunci (35) dan Yasun (17). Ketiga warga ini tertembak saat sedang berada di rumah yang hendak pergi kondangan.
BACA JUGA:Kronologi Insiden di Area PT BCP Lempuing OKI Warga Terluka dan Mess Dibakar
"Yang tertembak kejadian itu 3 orang, satu diantaranya Zainal saat ini kritis dan dirujuk ke Rumah Sakit Charitas Palembang. Sedangkan 2 korban lagi masih dirawat di klinik terdekat," ujarnya, Rabu 24 Juni 2026.
Lanjut dia, untuk korban Ali Candra yang meninggal dunia karena tersengat listrik dan terbakar. Korban meninggal dunia akibat terbakar pada saat terjadinya aksi pembakaran pasca kejadian tersebut.
"Untuk saat ini kondisi di lokasi dan di Desa Tebing Suluh kondusif. Untuk korban yang meninggal dunia telah dimakamkan pagi tadi," katanya.
Terkait adanya insiden itu, pihaknya mendapatkan informasi sekira pukul 17.00 WIB kemarin. Dimana menerima informasi dari warga bahwa warganya ada yang tertembak di rumah.
BACA JUGA:Polisi Selidiki Insiden di Area PT BCP Lempuing OKI, Dua Warga Alami Luka
BACA JUGA:Tips Atasi Kebiasaan Menunda Agar Hidup Lebih Produktif: Ini Dampak Buruk dan Cara Mengatasinya
Kejadian itu membuat warga marah dan mendatangi PT BCP. Untuk hari ini warga masih berduka.
"Pagi ini kondisi sudah kondusif adanya insiden ini, warga meminta pertanggungjawaban atas yang kena musibah. Termasuk meminta agar tidak ada anggota Polri di perusahaan," ungkapnya.