Selanjutnya, setelah itu terdengar bunyi letusan yang belum diketahui asal usulnya yang menyebabkan 2 orang masyarakat terkena luka tembak.
Lalu, setelah itu Pers Satgas kembali ke mess PT BCP dan massa semakin berdatangan untuk mencari keberadaan pers Polri dan melakukan pembakaran dan pengrusakan mess karyawan.
BACA JUGA:Polisi Selidiki Insiden di Area PT BCP Lempuing OKI, Dua Warga Alami Luka
BACA JUGA:Jembatan Merah Putih di Lempuing Jaya OKI Rampung Diperbaiki, Warga Bisa Gunakan untuk Aktivitas
Pada saat massa melakukan pembakaran, terdapat salah satu massa yang tersengat aliran listrik dan terbakar. Saat ini massa sudah kembali dan situasi terkendali.
"Akibat kejadian tersebut, terdapat 2 orang warga yang mengalami luka tembak dengan identitas korban Zainal Abidin (50) alami luka tembak pada bagian perut sebelah kiri dan Mat Umar (43) alami luka tembak pada paha kiri," jelasnya.
Pasca kejadian tersebut, massa melakukan aksi anarkis dengan membakar 2 unit pos satpam milik Kebun Dabok Rejo serta membakar mess/perumahan karyawan perkebunan.
Dimana pada saat massa melakukan pembakaran, terdapat salah satu massa yang tersengat aliran listrik dan terbakar. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, terdapat 1 orang korban meninggal dunia akibat terbakar pada saat terjadinya aksi pembakaran pasca kejadian tersebut.
BACA JUGA:Warga di Kecamatan Lempuing OKI Hari Ini Solat Ied Idulfitri
BACA JUGA:Jalan Desa di Lempuing OKI Rusak Parah Usai Banjir, BPBD Turunkan TRC
Yakni Ali (25) warga Dusun Kecapi, Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI. Saat ini massa sudah membubarkan diri dan personil stand by di Mako Polsek Lempuing.
Ditegaskan Nandang, pengamanan seluruh senpi personel yang melakukan pengamanan BKO PT BCP. Melakukan konsolidasi anggota BKO dan rayonisasi di Polsek Lempuing.
Lalu, mendatangi korban untuk melakukan pengecekan kesehatan terhadap 2 orang korban penembakan. Juga mendatangi korban meninggal Dunia dan memberikan santunan kepada pihak keluarga.
"Pihak kami berkoordinasi dengan unsur Forkopimda agar tidak terjadi pergerakan massa yang lebih besar. Meminta bantuan penebalan anggota Brimob Kompi 2C Ogan Ilir," jelasnya.