Di sisi lain, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei memberikan tanggapan yang lebih hati-hati mengenai substansi pembicaraan.
"Diskusi yang sangat singkat dilakukan terkait isu nuklir, tetapi tidak ada pembahasan mengenai rincian," tuturnya.
BACA JUGA:Perang Timur Tengah Berakhir, Pemimpin Iran-AS Tandatangani Kesepakatan Damai
BACA JUGA:Iran-AS Damai, Italia Buka Kembali Kedutaan Besarnya di Teheran
Sementara itu, dari Washington DC, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz kini benar-benar terbuka bagi lalu lintas pelayaran.
Iran sempat menutup selat penting bagi 20 persen minyak dunia tersebut pada awal perang, yang memicu guncangan ekonomi di seluruh dunia.
"Kami sedang bernegosiasi, kita lihat saja bagaimana hasilnya, tetapi kami sudah memiliki dua hal," kata Trump.
"Kami punya selat yang terbuka, dan kami punya negara yang tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," papar Trump.
Kesepakatan untuk berunding di Swiss ini berawal dari nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Teheran dan Washington pekan lalu.
BACA JUGA:Minyak Dunia Langsung Turun Mendekati Normal Pasca Damai AS-Iran, Minyak Indonesia Bagaimana?
BACA JUGA:Perang Timur Tengah Berakhir, Kesepakatan Damai Iran-AS Diteken 19 Juni
MoU ini tercapai setelah AS dan Iran bertempur hampir 40 hari yang kemudian diikuti oleh gencatan senjata yang masih rawan goyah.
Perundingan ini bertujuan menyelesaikan sejumlah isu paling rumit yang selama puluhan tahun membayangi hubungan AS-Iran, termasuk program nuklir Teheran.
Terkait aset Iran yang dibekukan, AS menjelaskan bahwa dana tersebut belum dicairkan sebagai bagian dari kesepakatan. Namun, jika nantinya dicairkan, dana itu akan digunakan untuk membeli produk-produk AS seperti kedelai, dan tidak akan dipakai untuk mendanai terorisme.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut memberikan tanggapan melalui media sosial. Dia menulis bahwa ekspor minyak dan produk petrokimia Iran dibebaskan dari sanksi, blokade dicabut, sebagian aset yang dibekukan dilepaskan, dan sebuah rencana besar rekonstruksi serta pembangunan untuk Iran telah diluncurkan.
BACA JUGA:Giliran Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Ditolak Masuk AS-Kanada