Sedangkan pada Minggu, 7 Juni 2026, cuaca diprakirakan berawan dengan peluang hujan ringan yang bersifat lokal di beberapa wilayah Sumatera Selatan.
Meski demikian, suhu udara tetap berada pada kisaran 25 hingga 31 derajat Celsius dan kondisi terik masih berpotensi terjadi pada siang hari.
BMKG menjelaskan bahwa, fenomena cuaca panas yang saat ini dirasakan masyarakat berkaitan dengan berkurangnya pembentukan awan di atmosfer.
Kondisi tersebut menyebabkan lebih banyak radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi.
Selain itu, Sumatera Selatan saat ini mulai memasuki masa peralihan atau pancaroba menuju musim kemarau.
Pada periode ini, curah hujan secara umum mulai mengalami penurunan dan kondisi cuaca cenderung lebih cerah dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini tidak dapat dikategorikan sebagai gelombang panas atau heatwave seperti yang terjadi di sejumlah negara subtropis.
Namun demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai dampak cuaca panas terhadap kesehatan, terutama risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga penurunan konsentrasi saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di bawah sinar matahari, serta membatasi aktivitas luar ruangan pada jam-jam dengan paparan sinar matahari paling tinggi.
BMKG juga mengingatkan, masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.
Pasalnya, masa pancaroba dikenal sebagai periode yang dapat memicu perubahan cuaca secara cepat, termasuk potensi hujan lokal disertai angin kencang dalam durasi singkat.
Dengan kondisi cuaca yang diperkirakan masih panas hingga beberapa hari ke depan, warga Palembang dan sekitarnya diharapkan lebih memperhatikan kesehatan dan menjaga kecukupan cairan tubuh agar tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.