Cuaca Panas Ekstrem Melanda Sumsel, Warga Diminta Waspadai Ancaman Dehidrasi hingga Heat Stroke

Rabu 03-06-2026,10:11 WIB
Reporter : Fadly
Editor : Mahmud

Jika tidak segera ditangani, heat exhaustion dapat berkembang menjadi heat stroke yang jauh lebih berbahaya.

Heat stroke atau sengatan panas merupakan kondisi darurat medis ketika suhu tubuh meningkat drastis dan tubuh tidak lagi mampu mendinginkan dirinya sendiri.

Gejalanya meliputi suhu tubuh yang sangat tinggi, kebingungan, linglung, pingsan bahkan kejang. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

Tidak hanya itu, cuaca panas ekstrem juga dapat memicu berbagai gangguan kulit akibat tingginya paparan sinar ultraviolet (UV).

Masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan berisiko mengalami ruam panas, kulit kemerahan, iritasi hingga sunburn atau kulit terbakar matahari.

Dampak lainnya yang kerap luput dari perhatian adalah meningkatnya risiko gangguan pernapasan. Udara panas dan kering dapat memperburuk kondisi penderita asma maupun penyakit paru-paru lainnya.

Sementara itu, suhu tinggi juga dapat menyebabkan tubuh lebih cepat lelah, sulit berkonsentrasi, mudah mengantuk dan pada akhirnya menurunkan produktivitas kerja maupun aktivitas belajar.

Ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko keracunan makanan. 

Suhu lingkungan yang tinggi, dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan dan minuman yang tidak disimpan dengan baik, sehingga lebih mudah menyebabkan gangguan pencernaan.

BMKG dan tenaga kesehatan mengingatkan bahwa bayi, balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan merupakan kelompok yang paling rentan terdampak cuaca panas ekstrem.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih minimal dua hingga tiga liter per hari, menghindari aktivitas berat di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, menggunakan topi atau payung saat beraktivitas di bawah terik matahari, serta mengonsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air.

Masyarakat juga diimbau segera mencari tempat teduh apabila mulai merasakan pusing, lemas atau gejala kelelahan akibat panas.

Selain itu, jangan pernah meninggalkan anak-anak maupun lansia di dalam kendaraan yang terparkir karena suhu di dalam mobil dapat meningkat sangat cepat dan membahayakan keselamatan.

Dengan suhu udara yang diperkirakan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Sumsel pada awal Juni 2026, kewaspadaan dan langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan. 

Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi tubuh masing-masing, agar terhindar dari dampak buruk cuaca panas ekstrem yang saat ini tengah melanda Bumi Sriwijaya.

Kategori :