PALEMBANG, SUMEKS.CO - Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menghadiri secara virtual kegiatan Penjelasan Penilaian Sikap Perilaku dan Strategi Pengembangan Diri bagi Mentor pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII, Selasa (2/6/2026) pagi.
Dalam arahannya, Herman Deru menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh bakat atau potensi semata, tetapi juga harus ditempa melalui pengalaman dan pemahaman yang luas terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Menurutnya, seorang pemimpin membutuhkan jam terbang yang memadai agar mampu mengambil keputusan secara tepat serta tidak pernah menganggap remeh setiap persoalan yang dihadapi.
“Kepemimpinan itu membutuhkan pengalaman. Seorang pemimpin harus menguasai lapangan dan tidak boleh menganggap sepele apa pun,” ujarnya.
BACA JUGA:Pelebaran Jalan Parameswara Masuk Tahap DED, Pemkot Palembang Target Mulai 2027
Herman Deru juga menjelaskan bahwa dalam kepemimpinan terdapat hirarki yang harus dijalankan dengan baik.
Oleh karena itu, seorang pemimpin perlu membuka diri terhadap berbagai masukan, terutama dari jajaran yang membidangi dan memahami persoalan secara teknis.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seorang pemimpin dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai sektor.
Meskipun tidak harus menjadi ahli di setiap bidang, setidaknya pemimpin harus mengetahui dan memahami persoalan secara menyeluruh sebagai dasar dalam menentukan kebijakan.
BACA JUGA:Astra Motor Sumsel Ajak Anak Muda Ekspresikan Diri Lewat ‘Scoopy Your Mode, Your Ride’
“Kepemimpinan itu ada hirarkinya, sehingga kita membutuhkan banyak masukan dari berbagai pihak, terutama dari para pemimpin di bawah yang membidangi tugas tertentu,” katanya.
Menutup arahannya, Herman Deru menyampaikan bahwa kualitas kepemimpinan lahir dari perpaduan antara potensi, kapasitas, dan pengalaman.
“Menjadi pemimpin itu bukan hanya bibit, tetapi juga harus memiliki bobot,” tegas Herman Deru.