Menurut Danny, perangko edisi khusus tersebut akan menampilkan empat ikon sejarah yang telah dipilih oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang, yakni Jembatan Ampera, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kantor Ledeng, dan Prasasti Kedukan Bukit.
“Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang terkait peluncuran perangko artefak dan bangunan bersejarah ini. Keempat ikon tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah, identitas, dan keterkaitan yang kuat dengan perjalanan Kota Palembang,” katanya.
BACA JUGA:Progres Proyek PSEL Palembang Capai 85 Persen, Ratu Dewa Optimis Rampung Oktober 2026
Danny menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara PT Pos Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang dalam memanfaatkan filateli sebagai media edukasi sejarah dan budaya.
“Di berbagai daerah, PT Pos Indonesia juga telah menerbitkan perangko bertema budaya, pembangunan, maupun peristiwa nasional. Untuk Palembang sendiri, sebelumnya pernah diterbitkan perangko khusus pada momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) dan sejumlah agenda nasional lainnya,” jelas Danny.
Tidak hanya meluncurkan perangko edisi khusus, PT Pos Indonesia bersama Pemerintah Kota Palembang juga akan menggelar Lomba Menulis Surat dan Kartu Pos untuk Wali Kota Palembang sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kota Palembang.
Kompetisi tersebut terbuka bagi pelajar mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa dan telah berlangsung sejak 20 Mei hingga 20 Juni 2026.
BACA JUGA:Wali Kota Palembang Ratu Dewa Instruksikan Evaluasi Izin Operasional Panhead
BACA JUGA:Hadiri HUT ke-80 Provinsi Sumsel, Ratu Dewa Sampaikan Harapan untuk Kemajuan Daerah
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk kembali mengenal budaya menulis surat yang kini mulai ditinggalkan di era digital, sekaligus meningkatkan minat literasi di kalangan generasi muda.
“Nantinya akan dipilih surat dan kartu pos terbaik yang ditujukan kepada Wali Kota Palembang. Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan budaya literasi, komunikasi tertulis, dan kecintaan terhadap media pos di kalangan pelajar,” ujar Danny.
Peluncuran perangko artefak dan bangunan bersejarah ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar produk filateli.
Kehadirannya menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga memori kolektif masyarakat, memperkenalkan kekayaan sejarah Bumi Sriwijaya kepada dunia, serta memperkuat identitas budaya Palembang sebagai salah satu kota tertua dan paling bersejarah di Nusantara.