Demi Perundingan Iran, Trump tak Hadiri Pernikahan Putranya

Sabtu 23-05-2026,09:05 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

WASHINGTON, SUMEKS.CO - Demi menjalankan roda pemerintahan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak menghadiri pernikahan putranya. Trump beralasan harus tetap berada di Washington karena "keadaan yang berkaitan dengan pemerintahan."

Dilansir AFP, Sabtu (23/5/2026), sehari sebelumnya, Trump mengatakan bahwa perang Iran membuat "waktu yang tidak tepat" baginya untuk menghadiri pernikahan Donald Trump Jr. dengan Bettina Anderson di Bahama akhir pekan ini.

"Meskipun saya sangat ingin bersama putra saya, Don Jr., dan anggota terbaru Keluarga Trump, calon istrinya, Bettina, keadaan yang berkaitan dengan pemerintah, dan kecintaan saya pada Amerika Serikat, tidak memungkinkan saya untuk melakukannya," kata Trump di jaringan Truth Social miliknya.

BACA JUGA:Kesabaran Iran Habis, Teluk Oman Bakal Jadi Kuburan Kapal-Kapal AS

BACA JUGA:Obama Bandingkan Kebijakannya dengan Trump Dalam Menangani Iran, tak Perlu Bunuh Banyak Orang

"Saya merasa penting bagi saya untuk tetap berada di Washington DC, di Gedung Putih selama periode penting ini. Selamat kepada Don dan Bettina!" tambahnya.

Gedung Putih kemudian mengumumkan perubahan rencana perjalanan untuk Trump, dengan mengatakan bahwa Trump tidak akan lagi pergi untuk perjalanan akhir pekan yang direncanakan ke resor golfnya di New Jersey dan akan tetap tinggal di ibu kota AS.

Trump tidak menjelaskan mengapa ini merupakan "periode penting," meskipun hal ini terjadi ketika pembicaraan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah tampaknya mencapai titik kritis.

Saat ini Iran sedang mempertimbangkan proposal baru AS dan kepala militer Pakistan yang berpengaruh sedang menuju Teheran.

BACA JUGA:China Disebut Layak Jadi Mediator Perundingan Iran-AS

BACA JUGA:Iran Anggap Proposal Perdamaian AS Terlalu Berlebihan

Namun, ketegangan juga meningkat dengan Kuba, dengan Amerika Serikat meningkatkan kampanye tekanannya terhadap pulau yang dikelola rezim komunis tersebut dengan mendakwa mantan presiden Raul Castro.

Militer AS juga telah mengirimkan kapal induk dan kapal perang pengawalnya ke Karibia. (dri)

 

Kategori :