Hadapi El Nino, Gubernur dan Danrem Tanam Padi di Kabupaten OKI sebagai Lokus Percepatan

Selasa 19-05-2026,18:52 WIB
Reporter : Niskiah
Editor : Mahmud

Hadapi El Nino, Gubernur dan Danrem Tanam Padi di Kabupaten OKI sebagai Lokus Percepatan 

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Menghadapi potensi El Nino pada 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai lokus utama percepatan tanam padi dengan target 111 ribu hektare. 

Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau ekstrem yang diperkirakan menekan sektor pertanian.

Pencanangan gerakan tanam dipusatkan di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Selasa 19 Mei 2026.

“Gerakan percepatan tanam ini menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino sekaligus upaya menjaga produksi pangan Sumatera Selatan tetap tinggi,” kata Gubernur, Herman Deru.

BACA JUGA:Bupati Ogan Ilir Pimpin Gerakan Tanam Padi Menyongsong Tantangan Iklim El Nino Nasional

BACA JUGA:Banyuasin Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Tanam Padi Serentak

Deru menilai target tersebut masih realistis dicapai meski potensi kemarau panjang mengancam. Menurut dia, curah hujan di sejumlah wilayah Sumsel masih cukup tinggi sehingga percepatan tanam dapat terus dilakukan secara masif.

Sementara itu, Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyebut luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Sekitar 73 persen di antaranya merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut yang masih berpotensi besar mendukung peningkatan produksi pangan.

“Gerakan tanam padi masih sangat memungkinkan karena luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Sebanyak 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut,” ujarnya.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan pihaknya optimistis target percepatan tanam dapat tercapai apabila sarana dan prasarana pertanian terpenuhi. Dukungan tersebut mencakup penyediaan benih, pupuk, serta alat dan mesin pertanian untuk kegiatan prapanen maupun pascapanen.

BACA JUGA:Motoran ke Banyuasin, Gubernur Herman Deru Turun Langsung Tanam Padi hingga Safari Jumat

BACA JUGA:Desa Benawa OKI Lokasi Tanam Padi Perdana Program Cetak Sawah

Menurut dia, hal itu juga diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300.

Kategori :