"Di kelas sepuluh, saya mulai keluar dari zona nyaman saya dan mulai mengambil lebih banyak kesempatan yang ada, seperti aktif di klub sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah dan berbagai hal lainnya. Dan dari situ saya menyadari bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang bisa dijadikan bahan refleksi dan pelajaran untuk masa depan," ujar Kalya.
BACA JUGA:Enau dan Ari Lesmana Hadirkan Lagu Sesi Potret: Makna Tentang Duka dan Penerimaan
BACA JUGA:SMAN 1 Indralaya Jadi Tuan Rumah Program JMS Kejari Ogan Ilir, Cegah Bullying di Kalangan Pelajar
Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah tingkat SMP/SMA Binus School Serpong, Corey Allison, menyampaikan Kalya adalah cerminan bahwa setiap siswa memiliki potensi luar biasa yang perlu dirawat dengan pendidikan yang tepat.
"Kalya telah membuktikan bahwa perpaduan antara kerja keras, dukungan sekolah, dan tekad yang kuat mampu membuka pintu menuju universitas terbaik di dunia," kata Corey.
Baik Corey maupun Kalya belum merinci, dari tujuh perguruan tinggi itu mana yang hendak dipilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. (dri)