SUMEKS.CO - “Bener nggak sih headphone Bluetooth itu bisa merusak otak kita kalau dipakai terus-menerus?,” tanya host akun Rah Gadget.
“Yuk kita bahas”, ajaknya.
“Banyak banget yang parno soal radiasi non-ionizing dari Bluetooth. Tapi faktanya nih, setelah aku riset-riset nih, based on risetnya Ragut, radiasi Bluetooth itu masuk kategori frekuensi rendah”, jelasnya.
“Kalau kita bandingin nih, radiasi smartphone kamu saat nyari sinyal itu jauh lebih kuat daripada headset Bluetooth yang sering kamu pakai”, kata Rah Gadget.
BACA JUGA:Gamer Wajib Punya! JBL Quantum 100 Pilihan Headset Gaming Terbaru 2026 Bikin Suara Jernih
BACA JUGA:JBL Quantum 100 dan Fantech Tamago II WHG04, Rekomendasi Headset Gaming Terbaru di 2026 Dana Pelajar
“Berbagai jurnal ilmiah dan WHO juga menyatakan bahwa penggunaan Bluetooth itu aman bagi manusia”.
Karena level energinya terlalu lemah buat negrusak DNA atau jaringan otak kamu.
“Tapi ada bahaya yang ternyata lebih nyata daripada sekedar radiasi, yaitu volume”, tegasnya.
Masalah sebenarnya, lanjut Rah Gadget, bukan di Bluetooth-nya, tapi dari kebiasan kita dengerin musik terlalu kencang dalam waktu lama.
BACA JUGA:Gamer Wajib Punya! JBL Quantum 100 Pilihan Headset Gaming Terbaru 2026 Bikin Suara Jernih
BACA JUGA:JBL Quantum 100 dan Fantech Tamago II WHG04, Rekomendasi Headset Gaming Terbaru di 2026 Dana Pelajar
“Itu yang beneran bisa ngerusak saraf pendengaran kamu guys”, katanya.
Jadi kesimpulannya, headphone Bluetooth itu aman buat otak kita, asal volumenya dijaga dan tentunya jangan dipakai tidur semaleman juga ya.