WASPADA Hadapi El Nino 2026, APP Group dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Rabu 06-05-2026,15:04 WIB
Reporter : Mia Utari
Editor : Mahmud

BACA JUGA:Pemkab OKI–Unsri Bersinergi Kelola Gambut Berkelanjutan dan Kendalikan Karhutla

BACA JUGA:Ribuan Personel Disiagakan, OKI Tanggap Karhutla Sejak Dini

Dalam apel tersebut, APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumatera Selatan turut menampilkan kesiapan sumber daya manusia, teknologi, dan peralatan penanggulangan karhutla.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, mengatakan pihaknya bersama mitra pemasok di Sumatera Selatan seperti PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, PT SBA Wood Industries, PT Rimba Hutani Mas, PT Sumber Hijau Permai, PT Bumi Persada Permai, dan PT Tri Pupajaya menerapkan pendekatan Integrated Fire Management (IFM).

Pendekatan tersebut berfokus pada empat pilar utama yakni pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respons cepat.

“Melalui pendekatan Integrated Fire Management, kami memastikan seluruh upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan berbasis masyarakat, pemantauan berbasis teknologi, hingga kesiapan respons cepat di lapangan,” ujar Suhendra.

Menurut dia, pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan sendiri sehingga dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumatera Selatan juga menjalankan program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) di 31 desa yang berada di wilayah OKI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Program tersebut melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjumlah 633 orang melalui patroli terpadu, sosialisasi, serta pengelolaan lahan tanpa bakar.

Untuk mendukung kesiapsiagaan, APP Group dan mitra pemasok telah menyiagakan 907 personel Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) dan 48 personel Tim Reaksi Cepat (TRC).

Selain itu, tersedia tiga helikopter patroli dan dua helikopter water bombing, dua unit airboat, 84 speedboat untuk wilayah lahan basah, 22 mobil patroli, 27 truk pemadam, serta 155 sepeda motor patroli darat.

Sistem deteksi dini juga diperkuat melalui 40 menara api, 81 menara mini portabel, 87 pos pantau, drone pemantau titik api, CCTV, serta dukungan Automatic Weather Station (AWS).

Seluruh sistem pemantauan tersebut terintegrasi dalam 31 situation room yang beroperasi selama 24 jam dan terhubung secara real-time berbasis data satelit.

Pada kesempatan itu, helikopter APP Group juga melakukan patroli udara di sekitar lokasi apel sebagai bagian dari simulasi kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.

BACA JUGA:Sinergi TNI, Polri, dan Masyarakat: Banyuasin Siap Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

BACA JUGA:Bangga! PT OKI Pulp and Paper Mills Raih Juara 1 Paritrana Awards Sumatera Selatan

Kategori :