Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho menegaskan seluruh proses seleksi harus menjunjung tinggi integritas dan prinsip meritokrasi sebagai bagian dari transformasi Polri Presisi.
Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksaan Psikologi AKP Eka Mawarti menyebut sistem CAT memberikan jaminan objektivitas dalam penilaian.
Menurutnya, tes psikologi dirancang untuk mengukur potensi, karakter, dan kesiapan peserta secara adil berdasarkan kemampuan masing-masing.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Nandang Mu'min Wijaya menambahkan transparansi seleksi menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Ia menegaskan tidak ada jalan pintas dalam penerimaan Taruna Akpol dan peserta yang lulus adalah mereka yang memenuhi syarat kemampuan serta integritas.
Melalui proses seleksi yang profesional dan terbuka, Polda Sumsel menargetkan lahirnya calon perwira Polri yang unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan.