PALEMBANG, SUMEKS.CO - Jemaah calon haji (JCH) Sumsel yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Palembang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menuju Madinah mengalami keterlambatan dari jadwal semula, Rabu, pada pukul 07.10 WIB, karena cuaca buruk.
Pesawat kloter pertama JCH Embarkasi Palembang itu baru lepas landas dari Bandara SMB II Palembang pukul 08.15 WIB.
Executive General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi mengatakan keterlambatan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca berkabut serta proses menunggu katering terakhir tiba di bandara.
"Kondisi cuaca pagi ini berkabut dengan jarak pandang sekitar 500 meter. Namun biasanya tidak berlangsung lama karena hal itu lumrah terjadi setelah hujan malam hari," kata Syaugi.
BACA JUGA:Musim Haji 2026 Dimulai, Bandara SMB II Layani Keberangkatan Perdana Jemaah
Dia menjelaskan selain faktor cuaca, proses keberangkatan juga tertunda karena penumpang belum dapat melakukan boarding sebelum seluruh kebutuhan katering masuk ke pesawat.
"Saat ini masih menunggu catering yang ketiga belum sampai, sehingga penumpang belum bisa boarding dan menyebabkan keterlambatan dari jadwal semula," ujarnya.
Meski mengalami keterlambatan, pihak bandara memastikan keberangkatan JCH tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan dan pelayanan penerbangan.
Selain itu, Klote
BACA JUGA:Resmi Dilepas, 443 Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Palembang Diberangkatkan Langsung ke Madinah
Terkait dengan durasi penerbangan itu tidak ada perubahan meski terdapat konflik di Timur Tengah. Rute penerbangan tetap dilakukan dari Palembang menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan menuju Arab Saudi.
"Pesawat Boeing 777 memiliki keterbatasan tertentu sehingga perlu melakukan pengisian bahan bakar kembali di Kualanamu," kata Syaugi.
Sementara itu, Kabid Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Agama Sumatera Selatan Muhibullah mengatakan jumlah jamaah yang berangkat sebanyak 438 orang, ditambah empat petugas kloter dan satu petugas haji daerah, sehingga total keseluruhan mencapai 443 orang.
"Seluruh jamaah pada kloter pertama tetap diberangkatkan sesuai manifest," katanya. (antaranews.com/dri)