Hari Kartini, Perempuan Berdaya Anak Terlindungi

Selasa 21-04-2026,18:14 WIB
Reporter : Niskiah
Editor : Mahmud

Hari Kartini, Perempuan Berdaya Anak Terlindungi

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menegaskan arah pembangunan yang inklusif, perempuan berdaya dan anak terlindungi. 

Apel digelar di halaman Kantor Bupati OKI, Selasa, 21 April 2026.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan peringatan Kartini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum ini harus diikuti langkah nyata memperluas akses, ruang aman, dan kesempatan bagi perempuan, sekaligus memperkuat perlindungan anak.

“Hari Kartini harus kita maknai sebagai dorongan untuk mempercepat kesetaraan gender. Perempuan hari ini harus mandiri, berdaya, dan memiliki akses yang sama dalam pendidikan, kesehatan, serta kepemimpinan,” ujarnya.

BACA JUGA:Peringati Hari Kartini, ASN OKI Kenakan Kebaya dan Baju Batik

BACA JUGA:10 Promo Makanan Khusus Hari Kartini 21 April 2026, Makan Enak untuk Rayakan Momen Spesial

Menurut dia, pembangunan berkeadilan tidak cukup hanya membuka peluang. Negara dan daerah juga harus memastikan perempuan memiliki suara dan kendali atas pilihan hidupnya, baik di ranah domestik maupun publik.

“Pembangunan yang adil bukan sekadar memberi akses, tetapi memastikan perempuan punya kendali atas hidupnya,” kata Supriyanto.

Ia menambahkan, penguatan peran perempuan berjalan seiring dengan upaya melindungi anak sebagai generasi penerus. Keduanya menjadi bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Di sektor pendidikan, Pemkab OKI menekankan tidak boleh ada lagi anak perempuan yang tertinggal. Sementara di bidang kesehatan, layanan yang inklusif dan ramah perempuan serta anak harus terus diperkuat.

BACA JUGA:Perempuan Tangguh Penjaga Ketahanan Energi Nasional, Semangat Emansipasi RA Kartini Masa Kini

BACA JUGA:Apa yang Dilakukan bagi Kartini Kini

“Kita harus memastikan tidak ada lagi anak perempuan yang terhambat pendidikannya, dan setiap perempuan mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.

Upaya tersebut, lanjut dia, membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan swasta dan masyarakat melalui berbagai inisiatif, termasuk “Kartini Challenge 2026”, untuk menumbuhkan kreativitas dan partisipasi perempuan.

Kategori :