Berbagai pertanyaan berikut relevan untuk dijawab oleh Kartini semua dalam menyongsong masa mendatang: Bagaimana kita learn to unlearn? Bagaimana kita menghargai masa lalu, tetapi mengantisipasi dan mengadaptasi masa mendatang? Bagaimana kita mendorong proses transformasi dan reformasi? Bagaimana kita dapat belajar dan berubah lebih cepat? Bagaimana kita melibatkan semua orang untuk berubah?. Saat ini Kartini dituntut mempunyai kemampuan untuk belajar sendiri dan selalu belajar, dan dapat mengelola perubahan.
Digital Disruption menjadikan Kartini berpeluang dapat memiliki perusahaan berbasis lisensi, & franchas, uang elektronik sebagai alat transaksi bisnis Produkyang dipasarkan harus berkualitas dan selalu dikaitkan dengan teknologi, tidak ada monopoli, dengan harga terjangkau tetapi cepat usang diganti produk baru, sulit membedakan produk asli dan palsu. Mudah dan cepat menerima kemajuan teknologi. Kartini juga dituntut untuk berbudaya aktivitas sosial dan adaptasi budaya asing ke dalam budaya bangsa dan mudah berinteraksi dan terintegrasi., dengan cepat melalui dunia maya.
Perempuan muda yang digitalis dapat mendampingi ibu-ibu yang berumur dalam berteknologi, dan memberikan arahan dalam beradaptasi dan beretika didunia maya . Sehingga terjadi kolaborasi yang menghasilkan sesuatu yang baru, Jangan tinggalkan ibu-ibu yang berumur. Selamat Hari Kartini, mari kita maju bersama dan tetap beretika.