PALEMBANG, SUMEKS.CO - Sejumlah pakar dan pemangku kepentingan menegaskan BPDP dan Penguatan ISPO menjadi kunci masa depan sawit Indonesia.
Sehingga begitu pentingnya penguatan tata kelola industri kelapa sawit nasional agar mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga peran strategisnya bagi perekonomian Indonesia.
Penegasan tersebut mengemuka dalam Andalas Forum VI di Palembang, 16–17 April 2026.
Forum ini adalah agenda rutin tahunan GAPKI Cabang se Sumatera, dan tahun 2026 digelar di Hotel Aryaduta Palembang.
BACA JUGA:Polda Sumsel dan GAPKI Perkuat Sinergi Amankan Sektor Perkebunan Sawit
Forum ini merupakan Seminar dan Expo Sawit terbesar di Sumatera. Dalam dua hari Forum Andalas diisi empat sesi seminar dengan menghadirkan pembicara akademisi dan praktisi.
Pada Seminar Sesi I dengan tema “Sawit Indonesia: Mau Dibawa ke Mana?”.
Forum ini dimaksudkan merumuskan arah kebijakan pengelolaan sawit nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan global terkait transisi energi, ketahanan pangan, dan standar keberlanjutan internasional.
Guru Besar Kebijakan Agribisnis IPB, Y. Bayu Krisnamurthi, mengatakan hubungan Indonesia dan sawit tidak dapat dipisahkan.
BACA JUGA:Jelang Hari Raya Idulfitri PT Persada Sawit Makmur Gelar Bazar Minyak Goreng
“Indonesia butuh sawit, sawit butuh Indonesia. Industri ini menyerap sekitar 16 juta tenaga kerja dan menjadi andalan ekspor, 64 persen devisa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan sawit harus dilakukan melalui kebijakan terintegrasi yang menyeimbangkan kepentingan energi, pangan, dan keberlanjutan.
Hal ini penting untuk menjawab tantangan isu lingkungan, persaingan minyak nabati hingga kondisi geopolitik dan ekonomi global.