Polda Sumsel Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman El Nino dan Karhutla
Palembang, SUMEKS.CO- Potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), diantisiapsi oleh Polda Sumatera Selatan (Polda Sumsel) .
Langkah tersebut dilakukan setelah Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, mengikuti arahan Wakil Kepala Kepolisian RI melalui video conference bersama jajaran Polri di Mapolda Sumsel, Selasa.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana serta pejabat utama Polda Sumsel, bersama sejumlah instansi terkait seperti BMKG, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan.
Polri menekankan pentingnya langkah antisipasi menghadapi El Nino dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan kekeringan berkepanjangan.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko karhutla, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti Sumatera Selatan.
Data operasional Polda Sumsel pada triwulan pertama 2026 mencatat adanya ratusan titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai puluhan hektare.
BACA JUGA:Peringatan Dini BMKG, Waspada Cuaca Palembang dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Ringan
Temuan ini menjadi dasar untuk memperkuat upaya mitigasi dan meningkatkan kewaspadaan di lapangan.
Sejauh ini, Polda Sumsel telah melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk patroli terpadu, pemantauan titik panas berbasis data cuaca, serta koordinasi dengan instansi terkait dalam sistem peringatan dini.
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa pendekatan pencegahan menjadi fokus utama dalam menghadapi potensi bencana tersebut.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini melalui kerja sama lintas sektor.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menyebut sinergi antarinstansi menjadi faktor penting untuk memastikan respons cepat dan terukur terhadap ancaman karhutla.
Polda Sumsel memastikan seluruh arahan pimpinan Polri akan diterapkan hingga tingkat Polres dengan mengedepankan deteksi dini, pencegahan, serta respons cepat guna meminimalkan dampak bencana.