Patroli Dini Hari, Polisi Amankan Dua Pria Bawa Senjata di Kertapati Palembang
Palembang, sumeks.co- Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang mengamankan dua pria yang kedapatan membawa senjata berbahaya dalam patroli dini hari di Jalan Mayjend Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Jumat (10 April 2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Dalam operasi tersebut, petugas mendapati dua orang laki-laki dengan jenis senjata berbeda.
Tersangka pertama berinisial YB (48) diamankan karena membawa empat senjata tajam berupa satu clurit, dua golok, dan satu pisau yang diselipkan di tubuhnya.
Sementara itu, tersangka kedua berinisial NB (53) ditangkap setelah menunjukkan gerak-gerik mencurigakan di lokasi yang sama.
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan satu pucuk senjata api (senpi) rakitan jenis pistol lengkap dengan satu magazine dan tujuh butir peluru yang disembunyikan dalam sarung senjata.
Selain itu, NB juga diduga terlibat dalam aktivitas pemotongan kabel jaringan di sekitar lokasi kejadian.
Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa potongan kabel serta alat yang digunakan, yang saat ini masih didalami untuk pengembangan kasus lebih lanjut.
BACA JUGA:Propam Polda Sumsel Cek Senpi Personel Polres OKI Cegah Penyalahgunaan
BACA JUGA:Audit Senpi Dinas, Bidpropam Polda Sumsel Pastikan Kelayakan dan Kepatuhan Personel
Pengungkapan ini bermula dari patroli rutin yang dilakukan petugas di kawasan rawan pada waktu subuh.
Kecurigaan terhadap kedua pria tersebut membuat petugas langsung melakukan pemeriksaan hingga akhirnya menemukan senjata yang berpotensi digunakan untuk tindak kejahatan.
Dari tangan YB, polisi menyita empat senjata tajam, sementara dari NB diamankan senjata api (senpi) rakitan, magazine, tujuh peluru, serta barang bukti terkait dugaan tindak pidana lainnya.
Kedua tersangka kini telah diamankan dan dijerat dengan pasal terkait kepemilikan senjata berbahaya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polisi juga membuka kemungkinan penambahan pasal terhadap NB terkait dugaan pelanggaran lain yang masih dalam penyelidikan.