Selain itu, penggunaan charger resmi juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Charger bawaan pabrik dirancang khusus sesuai dengan spesifikasi baterai.
Menggunakan charger sembarangan berisiko menyebabkan overheat atau bahkan kerusakan permanen pada baterai.
Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk selalu menggunakan perangkat pengisian yang direkomendasikan oleh produsen.
Faktor suhu juga memiliki pengaruh besar terhadap umur baterai. Paparan panas berlebih, seperti parkir di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama, dapat mempercepat kerusakan.
Begitu pula dengan suhu yang terlalu dingin. Kondisi ideal untuk baterai adalah berada pada suhu sekitar 20 hingga 30 derajat Celsius.
Dengan menjaga suhu tetap stabil, performa baterai akan lebih terjaga dalam jangka panjang.
Tak kalah penting, pengguna juga dianjurkan untuk tidak langsung mengisi daya setelah motor digunakan.
Baterai yang masih panas membutuhkan waktu untuk mendingin.
Memberikan jeda sekitar 15 hingga 30 menit sebelum melakukan pengisian dapat membantu menjaga kondisi baterai tetap optimal.
Bagi pengguna yang jarang menggunakan motor listrik, perawatan tetap harus dilakukan.
Baterai yang dibiarkan terlalu lama tanpa digunakan dapat mengalami penurunan kualitas.
Disarankan untuk menjaga daya di kisaran 40 hingga 60 persen dan melakukan pengisian ulang setidaknya sebulan sekali agar baterai tetap aktif.
Selain itu, kehati-hatian terhadap air juga perlu diperhatikan. Meski sebagian motor listrik telah dilengkapi fitur tahan air, bukan berarti baterai aman dari segala kondisi basah.
Menghindari semprotan air langsung ke area baterai dan memastikan port pengisian tetap kering merupakan langkah sederhana yang bisa mencegah kerusakan.
Penggunaan motor secara wajar juga turut berkontribusi pada umur baterai.
Akselerasi yang terlalu agresif dan membawa beban berlebih dapat membuat baterai bekerja lebih keras, sehingga mempercepat penurunan performa.