BMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak yang merugikan masyarakat.
Di antaranya adalah risiko banjir dan genangan air, terutama di daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Selain itu, angin kencang yang menyertai hujan lebat juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan.
Tidak hanya itu, kondisi jalan yang licin akibat hujan juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Aktivitas masyarakat, terutama yang dilakukan di luar ruangan, juga berpotensi terganggu akibat hujan yang turun secara tiba-tiba disertai kilat atau petir.
Menyikapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG.
Pengendara disarankan untuk lebih berhati-hati saat berkendara, sementara warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta untuk mulai mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir, serta memastikan saluran air di sekitar rumah tetap bersih agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat memperparah genangan.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem ini, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
BMKG pun terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan akan memperbarui informasi secara berkala.
Warga Sumatera Selatan diharapkan tidak lengah, terutama pada waktu-waktu rawan yakni sore hingga malam hari.
Tetap waspada, siaga, dan selalu update informasi cuaca menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan.