PALEMBANG, SUMEKS.CO - Aksi tindak pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Curat) di Kota Palembang kembali terjadi, kali ini pelaku menyasar korbannya yakni penghuni kost-kost-an, Selasa 31 Maret 2026.
Sebanyak empat (4) unit Hp pemilik kost digasak maling saat para korban sedang terlelap tidur.
Korban baru menyadari bahwa Hp mereka telah digondol maling saat seorang penghuni kost hendak melihat jam di handphone (Hp) miliknya.
Peristiwa pencurian Hp ini terjadi di kost-kostan kawasan Jalan Radial Rumah Susun Blok 39, Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang, Selasa 31 Maret 2026 sekitar pukul 05.30 WIB.
BACA JUGA:Team Rajawali Polsek Tanjung Raja Ogan Ilir Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor
BACA JUGA:Perkara Pencurian Sawit Lanjut Pemeriksaan Saksi, Keberatan Terdakwa Dipertimbangkan
Tak tanggung tanggung pelaku langsung gasak 4 unit ponsel dan satu tas selempang milik penghuni kos tersebut, saat korban tengah tertidur lelap. Korban yakni Nicholas Tony, Fran Winata, dan Indra Wahyudi.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh korban Indra yang terbangun di pagi hari dan hendak melihat jam di ponselnya.
“Saya terbangun lalu mau lihat jam, tetapi HP saya sudah tidak ada di samping tempat tidur. Kemudian bangunkan teman-teman, ternyata HP mereka juga ikut hilang,” ungkap Indra saat melapor ke Polrestabes Palambang, Selasa.
Saat itu, 4 unit ponsel milik korban yang sebelumnya diletakkan di dekat mereka saat sedang tidur.
Adapun barang yang hilang meliputi satu unit iPhone 11 warna hitam, Oppo A38 warna kuning metalik, Infinix Smart 10 warna biru langit, dan Redmi Note 8 warna hitam, serta satu tas selempang warna hitam.
Nicholas, salah satu korban juga menduga pelaku masuk saat kondisi pintu kos tidak terkunci.
BACA JUGA:Perkara Pencurian Sawit Penasihat Hukum Terdakwa Tunggu Replik JPU Terkait Perlawanan Ditangguhkan
BACA JUGA:Waspada! Modus Baru Pencurian Baterai Motor Listrik di Parkiran Umum Tanpa Merusak Bodi
“Kemungkinan pelaku masuk saat kami sedang tidur. Pintu saat itu sudah dalam keadaan tidak terkunci, jadi pelaku leluasa mengambil barang-barang kami,” ucapnya.