Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Saat ini, wilayah Palembang tengah memasuki fase peralihan musim atau pancaroba.
Pada periode ini, kondisi cuaca cenderung tidak stabil—panas terik di pagi hingga siang hari dapat berubah menjadi hujan dalam waktu singkat pada sore atau malam hari.
Fenomena ini juga sering disertai dengan angin kencang berdurasi singkat yang berpotensi menumbangkan pohon atau mengganggu aktivitas di luar ruangan.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Terkait isu kemarau ekstrem, BMKG menegaskan bahwa saat ini belum ada indikasi ke arah tersebut.
Curah hujan di wilayah Sumatera Selatan masih berada dalam kategori menengah, dan hujan masih cukup sering terjadi di berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa musim kemarau belum benar-benar datang.
Biasanya, potensi kemarau ekstrem baru perlu diwaspadai saat memasuki pertengahan tahun, khususnya antara Juni hingga Agustus.
Pada periode tersebut, penurunan curah hujan mulai signifikan dan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan meningkat.
Untuk saat ini, kondisi cuaca di Palembang masih tergolong normal untuk masa pancaroba.
Masyarakat disarankan untuk tetap menjaga kesehatan, mengingat perubahan suhu yang cukup signifikan antara siang dan malam hari dapat memicu gangguan kesehatan seperti flu dan batuk.
Dengan kondisi cuaca yang masih relatif bersahabat ini, aktivitas masyarakat diharapkan dapat berjalan lancar.
Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.