Rem Tebal Tapi Blong? Ini Penyebab Kampas Rem Motor Membatu yang Sering Diabaikan Pengendara

Selasa 24-03-2026,13:22 WIB
Reporter : Fadly
Editor : Mahmud

Dalam kondisi tertentu, tuas rem mungkin terasa normal, tetapi motor tetap sulit berhenti secara optimal.

Penyebab utama glazing sendiri adalah, suhu panas berlebih yang dihasilkan dari gesekan terus-menerus.

Ketika rem digunakan secara intens tanpa jeda, material kampas akan mengalami perubahan sifat.

Dari yang semula memiliki daya gesek tinggi, berubah menjadi keras dan licin.

Bahkan, dalam beberapa kasus, permukaan piringan atau tromol juga ikut terpengaruh dan menjadi lebih licin, memperparah kondisi pengereman.

Tidak hanya itu, panas ekstrem juga bisa memicu fenomena lain yang dikenal sebagai brake fade.

Kondisi ini terjadi ketika sistem pengereman kehilangan efektivitas sementara akibat suhu tinggi, misalnya karena minyak rem mulai mendidih pada sistem rem cakram. 

Jika dibiarkan, risiko kecelakaan tentu akan semakin besar.

Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Jika kondisi glazing masih ringan, permukaan kampas rem bisa diamplas menggunakan amplas halus untuk mengembalikan tekstur kasarnya.

Selain itu, piringan atau tromol juga perlu dibersihkan agar tidak ada residu licin yang menempel.

Namun jika kondisi sudah cukup parah, mengganti kampas rem dengan yang baru menjadi solusi paling aman.

Penting juga bagi pengendara untuk mengubah kebiasaan berkendara. 

Menghindari pengereman terus-menerus dalam waktu lama, serta memanfaatkan engine brake saat melewati turunan panjang dapat membantu mencegah terjadinya glazing. 

Perawatan rutin pada sistem pengereman juga tidak boleh diabaikan, mengingat komponen ini merupakan salah satu faktor utama keselamatan berkendara.

Kesimpulannya, kampas rem yang tebal bukan jaminan sistem pengereman dalam kondisi prima. Yang lebih penting adalah kondisi permukaan kampas itu sendiri.

Kategori :