Teknologi ini sangat cocok bagi pecinta fotografi lanskap, satwa liar, hingga objek jarak jauh lainnya.
Pada varian lebih tinggi, yakni Vivo X300 Pro, Vivo kembali menggandeng Zeiss untuk menghadirkan pengalaman fotografi profesional.
Kamera super telefoto 200MP dengan lensa Zeiss 85mm APO diklaim mampu menghasilkan detail luar biasa, warna akurat, serta efek bokeh alami layaknya kamera DSLR.
Dari sisi performa, kehadiran MediaTek Dimensity 9500 menjadi sorotan tersendiri.
Chipset ini disebut-sebut sebagai pesaing kuat Snapdragon generasi terbaru, dengan keunggulan pada efisiensi daya, manajemen suhu, serta kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih.
Untuk mendukung sektor imaging, Vivo juga menyematkan chip khusus Blueprint V3+, yang berperan penting dalam pemrosesan foto dan video berkualitas tinggi.
Tak hanya unggul di kamera dan performa, Vivo X300 juga dilengkapi fitur premium lainnya.
Mulai dari penyimpanan UFS 4.1 berkecepatan tinggi, sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar, hingga sistem operasi OriginOS 6 yang telah dioptimalkan untuk kinerja maksimal.
Kemampuan videografi juga menjadi nilai tambah besar.
Vivo X300 Pro menghadirkan perekaman potret 4K 60fps pertama di dunia, serta fitur dual-focus 4K 120fps dengan dukungan Dolby Vision HDR dan format 10-bit Log.
Fitur ini menjadikan perangkat ini sebagai alat produksi konten yang serius bagi kreator profesional.
Untuk tampilan, Vivo mengusung panel BOE Q10 Plus yang mampu menghadirkan kualitas visual tajam dengan tingkat kecerahan rendah hingga 1 nit.
Hal ini memberikan kenyamanan ekstra saat digunakan di kondisi minim cahaya tanpa mengganggu mata.
Dengan segala inovasi yang dibawa, Vivo X300 bukan hanya sekadar smartphone baru.
Perangkat ini menjadi representasi ambisi besar Vivo untuk memimpin pasar flagship global.
Jika semua klaim ini terbukti saat peluncuran resmi, bukan tidak mungkin Vivo X300 akan menjadi ikon baru smartphone premium di tahun 2026.