Caranya dengan memposisikan motor pada standar tengah, kemudian memutar roda belakang secara perlahan sambil mengarahkan rantai kembali ke jalur gear.
Disarankan menggunakan sarung tangan atau kain agar tangan tetap aman dari kotoran dan risiko luka.
Sementara itu, jika rantai terlalu kendur, penyetelan sederhana bisa dilakukan dengan memanfaatkan baut penyetel yang berada di bagian roda belakang.
Pengencangan dilakukan secara seimbang antara sisi kiri dan kanan agar posisi roda tetap lurus.
Namun, pengendara diingatkan untuk tidak menyetel terlalu kencang karena justru dapat menyebabkan rantai cepat aus atau bahkan putus di tengah jalan.
Pelumasan, juga menjadi langkah penting dalam penanganan darurat. Jika tidak tersedia pelumas khusus, oli mesin bisa dimanfaatkan untuk mengurangi gesekan pada rantai.
Hal ini, cukup efektif sebagai solusi sementara hingga pengendara menemukan bengkel terdekat.
Setelah rantai kembali terpasang atau disetel, perjalanan sebaiknya dilanjutkan dengan kecepatan rendah dan stabil.
Hindari akselerasi mendadak atau membawa beban berlebih yang dapat memperparah kondisi rantai. Tujuan utama adalah mencapai bengkel terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih optimal.
Namun, jika rantai dalam kondisi putus, pengendara tidak disarankan untuk memaksakan perjalanan.
Solusi terbaik adalah, mendorong motor ke bengkel terdekat atau memanfaatkan layanan angkut kendaraan.
Memaksakan penggunaan motor dengan rantai putus justru berisiko merusak komponen lain dan membahayakan keselamatan.
Sebagai langkah antisipasi, pemudik diimbau untuk melakukan pengecekan menyeluruh sebelum berangkat.
Pastikan rantai dalam kondisi baik, tidak terlalu kendur atau kencang, serta rutin dilumasi.
Selain itu, membawa peralatan sederhana seperti kunci pas, pelumas, dan sarung tangan juga dapat menjadi penyelamat dalam kondisi darurat.
Dengan persiapan yang matang dan pengetahuan dasar penanganan masalah, perjalanan mudik menggunakan sepeda motor bisa tetap aman dan nyaman.