Polda Sumsel juga mencatat 47 kasus tindak pidana konvensional dan lima kasus transnasional.
Di sektor lalu lintas, terjadi 11 kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda menegaskan pentingnya menjaga konsistensi pengamanan menjelang puncak arus mudik.
“Kami pastikan seluruh personel hadir memberikan pelayanan terbaik. Pengamanan harus maksimal, terutama dalam mencegah kecelakaan dan menjaga kelancaran arus kendaraan,” ujar Sandi.
Polda Sumsel turut memperkuat sinergi lintas sektor bersama TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, serta pemerintah daerah guna mendukung kelancaran arus mudik.
Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol M. Anis Prasetio Santoso menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan.
“Lebih dari 237 ribu pergerakan pemudik terlayani hari ini. Di balik angka itu ada kerja keras personel yang berjaga tanpa henti,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya memastikan informasi terkait operasi disampaikan secara transparan kepada publik.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, tidak berkendara dalam kondisi lelah, memanfaatkan rest area dan pos pelayanan, serta menghubungi layanan darurat 110 jika diperlukan.
Dengan strategi pengamanan terpadu, Polda Sumsel memastikan Operasi Ketupat Musi 2026 berjalan optimal hingga arus balik selesai.