Untuk mengurangi dampak panas terhadap daya jelajah kendaraan listrik, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan. Salah satu cara yang cukup efektif adalah memarkir kendaraan di tempat teduh sebelum digunakan.
Mobil yang terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama akan mengalami peningkatan suhu kabin yang cukup tinggi sehingga sistem pendingin harus bekerja lebih keras saat kendaraan dinyalakan.
Selain itu, penggunaan fitur pre conditioning juga dapat membantu menjaga efisiensi energi. Fitur ini memungkinkan pendinginan kabin dilakukan saat kendaraan masih terhubung dengan sumber listrik.
Dengan cara tersebut, energi yang digunakan untuk menurunkan suhu kabin tidak sepenuhnya berasal dari baterai utama kendaraan saat perjalanan dimulai.
Mengatur suhu pendingin kabin secara moderat juga dapat membantu menjaga konsumsi energi tetap efisien. Pendingin yang disetel pada suhu terlalu rendah akan membuat sistem bekerja lebih keras sehingga konsumsi listrik meningkat.
Pengaturan suhu yang seimbang dapat menjaga kenyamanan sekaligus mempertahankan daya jelajah kendaraan.
Tekanan ban juga memiliki peran penting dalam menjaga efisiensi kendaraan listrik di tengah cuaca panas. Ban yang kurang tekanan udara dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga kendaraan membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak.
Produsen ban global Bridgestone Corporation menjelaskan bahwa tekanan ban yang sesuai dapat membantu menjaga efisiensi energi serta stabilitas kendaraan terutama dalam perjalanan jauh.
Kesadaran terhadap faktor lingkungan seperti suhu udara menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Banyak pengemudi baru yang belum menyadari bahwa perubahan suhu dapat memengaruhi performa baterai secara langsung.
BACA JUGA:Geely EX2 Pro Cocok untuk Keluarga Muda: Alternatif Mobil Listrik Terjangkau, Performa Andalan
Dengan memahami cara kerja sistem baterai dan manajemen energi pada mobil listrik, pengguna kendaraan dapat mengambil langkah sederhana untuk menjaga efisiensi kendaraan.