Menyikapi dinamika tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif serta prinsip non-blok guna memitigasi dampak eskalasi global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Indonesia juga aktif mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel melalui pendekatan Two State Solution, serta membuka komunikasi dengan negara-negara kawasan Teluk, ASEAN, dan negara Barat untuk mencari solusi atas konflik yang terjadi.
BACA JUGA:Sumsel Perkuat Infrastruktur, Herman Deru Lakukan Ground Breaking Fly Over dan Jalan Batubara
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Herman Deru Tinjau Jalur Tol Kapal Betung, Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026
Di sisi lain, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk memperkuat diplomasi perdagangan guna membuka peluang bagi dunia usaha dan industri nasional sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Pemerintah juga menjaga stabilitas harga energi melalui kebijakan subsidi.
Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi sehingga masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.
Lebih lanjut disampaikan bahwa perayaan Idulfitri merupakan agenda nasional penting yang mampu mendorong perputaran ekonomi secara signifikan di berbagai daerah.
BACA JUGA:Perkara Korupsi Alex Noerdin Resmi Dinyatakan Gugur, Hakim Fokus Penuntutan Edi Hermanto
BACA JUGA:Herman Deru Kukuhkan LPTQ dan FU3SS Sumsel, Tekankan Prestasi dan Stabilitas Umat
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri serta libur Lebaran, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.
Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu sebagai pusat informasi serta pelayanan bagi masyarakat.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek, termasuk masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.