MUARA ENIM, SUMEKS.CO - Bupati Muara Enim H Edison, meminta kejujuran dari perusahaan dalam memberikan data pada Sensus Ekonomi 2026. Permintaan itu disampaikan, saat membuka sosialisasi sensus di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa data akurat dari perusahaan akan menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi daerah. "Informasi yang benar dan dapat dipercaya akan membantu pemerintah menjawab tantangan perekonomian ke depan secara tepat sasaran berbasis bukti," tegasnya.
Dirinya mengingatkan sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan instrumen penting untuk mengevaluasi kondisi riil perekonomian. Ia menyampaikan bahwa kualitas data sangat ditentukan oleh dukungan semua pihak, terutama perusahaan yang menjadi objek sensus.
Selain itu, ia menekankan peran strategis OPD, camat, dan kepala desa dalam membantu pelaksanaan sensus. Ia menyebut koordinasi, fasilitasi, dan penyampaian informasi yang tepat akan memperlancar proses pengumpulan data di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menargetkan pelaksanaan sensus di Kabupaten Muara Enim dapat menjadi yang tercepat di Sumatera Selatan. Ia menilai capaian tersebut akan menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung program nasional. Pelaksanaan sensus sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Sebagai bentuk keseriusan, kegiatan sosialisasi juga dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati beserta seluruh OPD, asosiasi pengusaha, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Muara Enim. "Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dan memastikan seluruh pihak berperan aktif dalam menyukseskan sensus," ujarnya.
Sejalan dengan sosialisasi, BPS Muara Enim merilis data pertumbuhan ekonomi tahun 2025. Ekonomi Kabupaten Muara Enim tercatat tumbuh sebesar 5,42 persen (y-on-y), dengan PDRB mencapai Rp128,20 triliun dan PDRB per kapita Rp197,85 juta per tahun. Pertumbuhan didorong oleh 17 lapangan usaha, dengan kontribusi terbesar dari sektor pertambangan dan penggalian sebesar 69,31 persen. (ozi)