Transaksi sering diminta melalui transfer ke rekening pribadi atau dompet digital tertentu, bukan melalui sistem pembayaran resmi perusahaan transportasi.
BACA JUGA:Mudik Lebih Awal, Ratusan Mobil Terjebak Macet di Jalintim Palembang-Betung H-15 Lebaran 2026
4. Mengirim tautan pemesanan mencurigakan
Link yang dibagikan biasanya menyerupai situs resmi, tetapi sebenarnya merupakan halaman palsu yang dirancang untuk menipu korban.
5. Mendesak korban agar segera membayar
Pelaku kerap mengatakan tiket hampir habis sehingga korban merasa panik dan langsung melakukan pembayaran tanpa memverifikasi informasi.
BACA JUGA:Mudik Lebih Awal, Ratusan Mobil Terjebak Macet di Jalintim Palembang-Betung H-15 Lebaran 2026
BACA JUGA:Doa Malam Nuzulul Qur’an 2026: Panduan Amalan dan Tadarus pada 17 Ramadan
6. Tiket tidak pernah diberikan setelah pembayaran
Setelah uang ditransfer, pelaku biasanya sulit dihubungi bahkan menghilang tanpa memberikan tiket yang dijanjikan.
Modus Penipuan Tiket Terus Berkembang
Seiring meningkatnya transaksi digital, metode penipuan tiket juga semakin berkembang dan sulit dikenali.
BACA JUGA:Oppo A6t Pro 5G Disupport Layar Teknologi 120Hz Ultra Bright dengan Kecerahan 1125 Nits
BACA JUGA:Ide Hampers Lebaran Zero Waste 2026, Paket Peralatan Makan Kayu Estetik dan Tote Bag Lokal Jadi Tren
Pelaku biasanya menyebarkan iklan tiket murah melalui media sosial atau pesan pribadi dengan iming-iming ketersediaan tiket yang masih banyak. Namun setelah korban melakukan pembayaran, tiket yang dijanjikan tidak pernah diberikan.