Fitur ini sangat efektif digunakan ketika motor berhenti cukup lama, misalnya saat menunggu lampu lalu lintas atau antrean kendaraan yang panjang.
Sebaliknya, ketika kondisi jalan macet dengan pola stop-and-go yang sangat sering, sebaiknya fitur ini dimatikan sementara.
Jika mesin terlalu sering mati dan menyala dalam waktu singkat, maka sistem starter otomatis akan bekerja lebih intensif.
Kondisi tersebut bisa membuat beban aki meningkat, dan berpotensi mempercepat penurunan daya aki.
Selain itu, sebelum melakukan perjalanan mudik jarak jauh, pemilik motor juga disarankan untuk memastikan kondisi aki dalam keadaan prima.
Aki memiliki peran penting dalam mendukung kerja fitur ISS, karena sistem starter otomatis sangat bergantung pada suplai listrik yang stabil.
Pengendara sebaiknya memeriksa tegangan aki di bengkel resmi atau bengkel terpercaya.
Jika usia aki sudah mencapai dua hingga tiga tahun, ada baiknya
mempertimbangkan untuk menggantinya agar tidak mengalami kendala selama perjalanan mudik.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah penggunaan aksesori listrik tambahan pada motor.
Perangkat seperti charger ponsel, lampu tambahan, hingga klakson modifikasi dapat menambah beban pada sistem kelistrikan.
Jika digunakan secara berlebihan, aksesori tersebut berpotensi membuat aki lebih cepat kehilangan daya.
Dalam perjalanan mudik yang biasanya memakan waktu cukup lama, pengendara dianjurkan menggunakan aksesori listrik seperlunya saja agar suplai listrik pada motor tetap stabil.
Pengendara juga perlu memperhatikan cara menarik gas setelah mesin mati akibat sistem ISS. Disarankan untuk memutar gas secara perlahan dan tidak langsung secara agresif.
Tarikan gas yang halus akan membantu sistem starter bekerja lebih ringan dan membuat mesin kembali menyala dengan lebih stabil.
Selain itu, sebelum memulai perjalanan jauh, motor sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu selama lima hingga sepuluh menit.