SUMEKS.CO - Cap Go Meh merupakan tradisi budaya Tionghoa yang dilakukan sebagai penutup perayaan Tahun Baru Imlek.
Perayaan Cap Go Meh tak kalah penting dengan perayaan Imlek bagi masyarakat Tionghoa karena penuh dengan makna, serta doa dan harapan untuk hidup yang lebih baik dari sebelumnya.
Selain itu, Cap Go Meh menjadi momentum bagi masyarakat Tionghoa untuk berkumpul dengan keluarga dan menikmati waktu bersama.
Apa Itu Cap Go Meh?
BACA JUGA:Setahun RDPS, Palembang Tancap Gas Menuju 2027: Ekonomi Tumbuh, Stunting Terus Turun Signifikan
BACA JUGA:12 Ide Hampers Implek 2026 yang Berkesan dan Mewah: Bukan Cuma Kue Keranjang
Cap Go Meh adalah tradisi masyarakat Tionghoa dalam menutup Tahun Baru Imlek.
Kata Cap Go Meh sendiri berasal dari dialek Hokkien, yaitu Cap Go yang artinya ‘lima belas’ dan Meh yang berarti ‘malam.’
Secara harfiah, Cap Go Meh berarti ‘Malam ke-15.’ Dalam konteks ini berarti Cap Go Meh adalah malam ke-15 setelah perayaan Imlek.
Cap Go Meh selalu dirayakan pada 15 hari di bulan pertama dalam kalender Lunar. Contohnya adalah di tahun 2026 ini, Imlek jatuh pada 17 Februari 2026. Artinya, Cap Go Meh dirayakan pada 3 Maret 2026.
BACA JUGA:Veloz Hybrid 2026 vs Innova Zenix di Macet Mudik, Mana Lebih Irit BBM Saat Jalan Merayap
BACA JUGA:Veloz Hybrid 2026 vs Innova Zenix di Macet Mudik, Mana Lebih Irit BBM Saat Jalan Merayap
Cap Go Meh merupakan tradisi budaya Tionghoa yang dilakukan sebagai penutup perayaan Tahun Baru Imlek. --
Sejarah Cap Go Meh
Cap Go Meh erat kaitannya dengan lampion. Di Tiongkok sendiri, Cap Go Meh dirayakan dengan dilakukannya festival lampion.
Makna Perayaan Cap Go Meh
Perayaan Cap Go Meh bukan hanya sekadar tradisi dan budaya. Cap Go Meh memiliki makna yang mendalam, diantaranya: