Aktifkan mode ECON atau NORMAL daripada mode EV atau SPORT saat mulai menanjak. Mode ini memungkinkan sistem i-MMD memutuskan sendiri kapan menggunakan motor listrik (baterai) dan kapan menggunakan mesin bensin secara efisien.
3. Aktifkan Mode "B" (Brake) pada Transmisi di Turunan Sebelumnya
Sebelum menemui tanjakan, pastikan Anda mendapatkan cukup daya listrik dengan memaksimalkan regenerasi energi.
BACA JUGA:5 Fakta Penting Honda CR-V Hybrid, Mobil Seharga Rp800 Jutaan Tak Hanya Hemat Tapi Juga?
BACA JUGA:Honda CR-V Hybrid e:HEV: SUV Hybrid Hemat Bahan Bakar, Tapi Tetap Kencang
Saat turunan atau perlambatan, pindahkan tuas transmisi ke posisi B (Brake) atau gunakan Deceleration Paddle Selector (di kiri kemudi) untuk memaksimalkan Regenerative Braking. Ini akan mengisi baterai dengan cepat agar memiliki cukup daya saat melahap tanjakan.
4. Teknik Akselerasi (Gas) yang Lembut
Saat menanjak, hindari menekan pedal gas secara dalam-dalam (kickdown). Akselerasi mendadak memaksa baterai mengeluarkan tenaga maksimal. Lakukan akselerasi secara perlahan agar sistem bensin tetap dominan untuk tenaga, sementara baterai hanya membantu sebagai dorongan (assist).
5. Manfaatkan "B" (Brake) pada Tanjakan Sedang/Turunan
Jika tanjakan tidak terlalu terjal atau berliku, menggunakan mode B juga membantu menjaga momentum tanpa membuat mesin bensin meraung tinggi, sehingga suhu baterai lebih terjaga.
BACA JUGA:5 Fakta Penting Honda CR-V Hybrid, Mobil Seharga Rp800 Jutaan Tak Hanya Hemat Tapi Juga?
EV Mode adalah satu dari tiga sistem berkendara utama di e:HEV (bersama Hybrid Mode dan Engine Drive Mode) yang berganti secara otomatis sesuai kondisi.
Mode EV ini sangat cocok digunakan dalam situasi "stop-and-go" di perkotaan untuk menghemat konsumsi bahan bakar secara maksimal.