Konflik Timur Tengah Pengaruhi Perjalanan Umrah, 6.047 Jemaah RI Sudah Dipulangkan
Sumeks.co - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berdampak pada perjalanan jemaah umrah Indonesia.
Saat ini penerbangan langsung (direct) dari Indonesia menuju Jeddah dan Madinah tetap dibuka, meski mengalami penyesuaian.
Dua maskapai nasional, Garuda Indonesia dan Lion Air, masih melayani penerbangan umrah dengan rute yang melintasi wilayah udara Yaman.
Namun, dinamika keamanan regional -konflik Iran -Iarael dan AS membuat sejumlah perjalanan mengalami penyesuaian, termasuk keterlambatan dan transit darurat.
Ketua Umum Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (APHASI), Amaludin Wahab, menyebut saat ini masih terdapat puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia yang berada di Arab Saudi.
“Penerbangan langsung masih beroperasi. Namun kami terus memantau perkembangan situasi bersama pemerintah untuk memastikan keselamatan jemaah,” ujarnya.
Sejumlah Jemaah Sempat Tertahan di Negara Transit
Di tengah kondisi yang berkembang, beberapa jemaah Umrah Indonesia dilaporkan sempat tertahan saat transit di Bandara Abu Dhabi dan Qatar akibat pembatasan penerbangan imbas situasi darurat perang.
BACA JUGA:Situasi Timur Tengah Mencekam, Warga Indonesia Diminta Tunda Umrah
BACA JUGA:Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Situasi Timur Tengah Tambah Memanas
Pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) kini berkoordinasi intensif dengan pemerintah untuk memastikan kepulangan jemaah berjalan lancar dan aman.
6.047 Jemaah Umrah Indonesia Telah Kembali ke Indonesia
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan proses pemulangan jemaah tetap berjalan bertahap.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026 sebanyak 6.047 jemaah umrah telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.