SUMEKS.CO - Kultum singkat Ramadhan 7 menit menjadi pilihan ideal setelah shalat tarawih atau menjelang berbuka puasa. Durasi yang tidak terlalu panjang membuat jamaah tetap fokus, namun isi ceramah tetap harus berbobot, menyentuh hati, dan mudah dipahami. Lalu bagaimana menyusun kultum yang efektif dalam waktu singkat?
Secara umum, kultum 7 menit sebaiknya memiliki tiga bagian utama: pembuka, isi, dan penutup dengan pesan kuat. Tema yang sederhana namun relevan akan lebih mudah diterima oleh jamaah dari berbagai kalangan.
Berikut contoh materi kultum singkat Ramadhan 7 menit dengan tema “Puasa Melatih Kejujuran”.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
BACA JUGA:Adab Saat Berbuka dan Sahur Sesuai Ajaran Rasulullah SAW: Lengkap Panduan Praktis Umat Islam
BACA JUGA:Mengapa Bunuh Diri Diharamkan dalam Agama Islam? Ini Penjelasannya
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa adalah latihan kejujuran. Mengapa demikian? Karena saat kita berpuasa, tidak ada manusia yang benar-benar mengawasi apakah kita makan atau minum secara sembunyi-sembunyi. Namun kita tetap menahan diri karena yakin Allah Maha Melihat.
Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Allah berfirman bahwa puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ini menunjukkan bahwa puasa memiliki dimensi keikhlasan dan kejujuran yang sangat tinggi.
Jika selama Ramadhan kita mampu jujur kepada Allah, maka seharusnya setelah Ramadhan kita juga mampu jujur dalam kehidupan sehari-hari. Jujur dalam bekerja, jujur dalam berdagang, jujur dalam menuntut ilmu, bahkan jujur pada diri sendiri.
BACA JUGA:Tips Tetap Sehat Selama Ramadan: Puasa Jadi Lebih Ringan Ibadah Makin Lancar!
BACA JUGA:Hukum Sikat Gigi Siang Hari Saat Puasa, Batal atau Tetap Sah? Ini Penjelasan Lengkapnya
Ramadhan adalah madrasah. Ia melatih kesabaran, empati, dan kejujuran. Orang yang berhasil dalam madrasah Ramadhan akan keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa.
Hadirin sekalian, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri. Jangan sampai yang kita dapat hanya lapar dan dahaga. Semoga Allah menerima puasa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang bertakwa.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.