Suzuki membangun e-Vitara di atas platform HEARTECT-e, sebuah arsitektur khusus kendaraan listrik. Platform ini dirancang lebih ringan namun tetap kokoh, serta mampu menampung baterai berkapasitas besar tanpa mengorbankan ruang kabin.
Posisi baterai di lantai juga membantu menurunkan titik gravitasi untuk kestabilan berkendara.
BACA JUGA:Harga Suzuki e Vitara Capai Rp755 Juta, Mobil Listrik Baterai besar dengan jarak tempuh panjang
Dengan jarak sumbu roda yang panjang, kabin e-Vitara terasa lega untuk sebuah SUV kompak.
Desain Suzuki e-Vitara ini juga memberi keuntungan dari sisi handling, terutama saat mobil melaju di kecepatan tinggi atau bermanuver di jalan perkotaan.
Untuk inerjanya Suzuki e-Vitara ditawarkan dengan dua opsi baterai lithium iron phosphate atau LFP.
Pilihan pertama berkapasitas 49 kWh, sementara opsi kedua membawa baterai 61 kWh dengan jarak tempuh lebih jauh. Karakter baterai LFP dikenal lebih tahan lama dan stabil secara termal.
BACA JUGA:Suzuki Saluto 125 Dirumorkan Segera Mengaspal di Indonesia, Ini Review Lengkap dan Bocoran Harganya!
BACA JUGA:Ide Menu Takjil untuk Buka Puasa yang Praktis Cocok Buat Jum'at Berkah
Tenaga motor listriknya cukup untuk penggunaan harian hingga perjalanan luar kota.
Akselerasinya halus, senyap, dan responsif, khas mobil listrik. Suzuki juga menyediakan opsi ALLGRIP-e untuk penggerak semua roda, memberi traksi ekstra di kondisi jalan licin atau tidak rata.
Masuk ke interior, e-Vitara membawa nuansa modern yang bersih dan fungsional. Layar digital besar menjadi pusat informasi, dipadukan dengan sistem infotainment terkini. Semua dirancang agar mudah diakses tanpa mengganggu fokus berkendara.
Fitur keselamatan juga menjadi perhatian penting. Suzuki menyematkan berbagai sistem bantuan pengemudi aktif untuk meningkatkan rasa aman, baik saat berkendara di dalam kota maupun perjalanan jauh.
BACA JUGA:Harga Suzuki e Vitara Capai Rp755 Juta, Mobil Listrik Baterai besar dengan jarak tempuh panjang