BACA JUGA:Jajanan Jadul Es Gabus Viral, Ternyata Begini Asal Usul dan Cara Membuatnya
BACA JUGA:Ramalan Tren Liburan Tahun Baru 2026, Beberapa Prediksi Malah Bikin Geleng Kepala
Semua bahan tersebut dicampur rata sebelum dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar.
Hasilnya adalah lemang dengan tekstur lembut dan aroma pisang yang harum.
Varian ini cocok bagi pecinta kudapan manis dan sangat pas disantap saat berbuka untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
2. Lemang Lemak Manis, Sederhana Namun Istimewa
Varian berikutnya adalah lemang lemak manis. Cara membuatnya relatif sederhana. Beras ketan cukup dicampur dengan gula merah sebagai pemberi rasa manis, lalu dimasukkan ke dalam selongsong bambu untuk dibakar seperti biasa.
Rasa manis yang meresap hingga ke dalam membuat lemang ini nikmat disantap dalam keadaan hangat.
Biasanya, lemang lemak manis menjadi teman setia secangkir teh hangat atau kopi saat berbuka puasa bersama keluarga.
3. Lemang Lemak Masin, Gurihnya Jadi Andalan
Di antara berbagai varian, lemang lemak masin disebut-sebut sebagai yang paling banyak digemari. Cita rasanya gurih berasal dari santan kelapa yang kental, dipadukan dengan sedikit garam yang memberi sentuhan asin seimbang.
Keistimewaan lemang lemak masin terletak pada kesederhanaan bahannya.
Tanpa tambahan macam-macam, perpaduan ketan, santan, dan garam sudah cukup menghasilkan rasa yang kaya.
Lemang ini semakin nikmat bila disajikan bersama sambal paru, rendang, atau kuah gulai yang hangat.
Kehadiran lemang setiap Ramadhan bukan sekadar sajian berbuka, tetapi juga menghadirkan nostalgia dan kehangatan tradisi.
Di tengah gempuran kuliner modern, lemang tetap bertahan sebagai simbol kekayaan cita rasa Melayu yang tak lekang oleh waktu.